32.000 Penggemar Menyaksikan ENHYPEN Luncurkan Blood Saga — Dunia Pun Menanti

Grup K-pop membuka tur dunia keempat mereka di Seoul dengan pertunjukan 28 lagu empat babak

|6 menit baca0
ENHYPEN members in hanbok for their 2026 Lunar New Year Weverse greeting — BELIFT LAB
ENHYPEN members in hanbok for their 2026 Lunar New Year Weverse greeting — BELIFT LAB

ENHYPEN membuka tur dunia keempat mereka, Blood Saga, di Seoul akhir pekan ini — dan bagi 32.250 penggemar yang memadati KSPO Dome selama tiga malam, ini terasa seperti awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar tur konser. Sejak lampu padam dan nada pertama lagu pembuka menggema di arena, jelas bahwa grup ini merancang tur ini bukan sekadar untuk menghibur, melainkan untuk bercerita — kisah yang dimulai dari Seoul dan akan berlanjut ke 21 kota di tiga benua selama dua belas bulan ke depan.

Perjalanan Empat Babak tentang Darah dan Kebersamaan

Blood Saga dirancang lebih dari sekadar daftar lagu — ini adalah sebuah narasi. Terinspirasi langsung dari mini album ketujuh ENHYPEN, THE SIN: VANISH (dirilis Januari 2026), konser ini dibagi menjadi empat babak: Descent, Covenant, Temptation, dan Transcendence. Setiap bagian memiliki estetika yang berbeda — dari panggung monokrom dan pencahayaan minimalis di babak awal, hingga finale yang memukau dengan dominasi warna merah tua dan emas. Desain produksi yang terinspirasi dari mitologi vampir khas grup ini menjadi yang paling ambisius yang pernah mereka lakukan, menampilkan tirai LED 270 derajat, runway yang ditinggikan, dan elemen panggung yang berputar sehingga lantai KSPO Dome berubah menjadi apa yang para penggemar di media sosial gambarkan sebagai dunia sinematik.

BELIFT LAB mengonfirmasi bahwa konsep pertunjukan ini dikembangkan selama delapan bulan melalui kolaborasi antara para anggota dan tim produksi yang terdiri dari lebih dari 200 orang. Jungwon, pemimpin grup, berbicara langsung kepada penonton pada malam kedua: Kami ingin setiap orang di sini merasakan seolah mereka telah melangkah ke dunia yang berbeda. Ini bukan sekadar konser — ini adalah sesuatu yang kami buat untuk ENGENE, dari detik pertama hingga detik terakhir.

Setlist mencakup 28 lagu, memadukan lagu-lagu favorit dari album sebelumnya — termasuk Given-Taken, Fever, dan Future Perfect (Pass the MIC) — dengan seluruh lagu dari THE SIN: VANISH. Orkestra langsung mengiringi grup selama babak Covenant, pertama kali dalam konser ENHYPEN mana pun, mengangkat lagu-lagu lambat seperti Scream dan Untamed ke level yang lebih mirip pertunjukan teater daripada show pop biasa.

Pertanyaan 6 Anggota — Dijawab Langsung di Panggung

Blood Saga dibuka dengan konteks penting yang telah diperhatikan penggemar sejak awal 2025: ENHYPEN tampil sebagai grup enam orang, dengan anggota Sunoo sedang menjalani hiatus kesehatan yang diperpanjang. Enam anggota lainnya — Jungwon, Heeseung, Jay, Jake, Sunghoon, dan Ni-ki — tidak menghindari situasi ini. Selama satu segmen di babak Covenant, sorotan lampu yang kosong dan pesan audio dari Sunoo untuk para ENGENE diputar diiringi musik latar, sementara enam anggota berdiri berbaris di atas panggung. Momen itu memunculkan emosi yang terdengar dari penonton.

Alih-alih menghindari situasi tersebut, ENHYPEN memasukkan ketidakhadiran Sunoo ke dalam busur emosional tur ini — sebuah pilihan kreatif yang digambarkan penggemar di forum online sebagai berani dan sangat mengharukan. BELIFT LAB telah mengonfirmasi bahwa Sunoo masih dalam pemantauan medis dan diharapkan bergabung kembali dalam kegiatan grup ketika diizinkan. Sementara itu, Blood Saga berlanjut sebagai produksi enam anggota, dengan kondisi ini diakui secara terbuka di setiap pertunjukan.

Rekor Streaming dan Dunia yang Sudah Memperhatikan

Peluncuran Blood Saga di Seoul bertepatan dengan momentum komersial yang lebih luas bagi ENHYPEN. THE SIN: VANISH debut di nomor satu Gaon Album Chart saat dirilis pada Januari 2026 dan terjual lebih dari 2,3 juta salinan dalam minggu pertama — penjualan minggu pertama tertinggi grup hingga saat ini. Single utama Knife mencapai nomor tujuh di Melon Daily Chart dan bertahan empat minggu berturut-turut di dalam top lima belas, sebuah rekor yang cukup panjang untuk grup idol di kalender rilis yang padat.

Secara internasional, album ini masuk top lima Spotify Global Album Chart di dua belas negara dan debut di nomor tiga di Billboard World Albums chart. Di YouTube, MV Knife melampaui 50 juta penayangan dalam sepuluh hari pertama, dan seri dokumenter di balik layar menghasilkan tambahan 30 juta penayangan gabungan di saluran resmi grup. Media K-pop berbahasa Inggris termasuk Soompi dan Allkpop meliput peluncuran Seoul secara luas, dengan Allkpop menyebut Blood Saga mewakili produksi ENHYPEN yang paling canggih hingga saat ini.

Komunitas penggemar di Twitter, Reddit (r/ENHYPEN), dan Weverse dipenuhi selama dan setelah pertunjukan Seoul dengan rekap konser, klip fancam, dan utas reaksi yang emosional. Tagar #BloodSaga trending secara global di Twitter selama ketiga malam di Seoul, mencapai top lima secara bersamaan di Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia — sebuah sinyal dari fanbase internasional grup yang terus berkembang.

Selanjutnya: 21 Kota, Tiga Benua, Satu Tahun

Setelah menyelesaikan tahap Seoul, ENHYPEN bergerak ke Jepang pada bulan Juni untuk sembilan tanggal di Tokyo, Osaka, dan Nagoya — tahap Jepang terbesar yang pernah dilakukan grup ini, mencerminkan kekuatan penonton mereka di sana sejak debut pada 2020. Tur kemudian melanjutkan perjalanan melalui Asia Tenggara, mampir di Bangkok, Jakarta, Manila, dan Singapura sebelum tahap Amerika Utara dimulai pada September.

Tanggal-tanggal di Amerika Utara — meliputi Los Angeles, New York, Chicago, Dallas, dan Vancouver — merupakan jejak Amerika Utara terbesar ENHYPEN hingga saat ini. Tahap Eropa yang mencakup London, Paris, dan Berlin dijadwalkan pada November dan Desember, mengakhiri Blood Saga di minggu-minggu terakhir 2026. Secara keseluruhan, tur ini diproyeksikan menjangkau lebih dari 450.000 penonton di seluruh dunia.

BELIFT LAB telah memberikan sinyal bahwa konten tambahan akan dirilis bersamaan dengan tur, termasuk film konser resmi dan dokumenter yang merekam proses produksi di balik Blood Saga. Bagi ENHYPEN — grup yang debut melalui program survival I-Land di Mnet pada 2020 dan telah menghabiskan lima tahun menavigasi ekspektasi sebagai act di bawah HYBE — Blood Saga terasa seperti pernyataan kedewasaan artistik. Kesediaan untuk menghadapi keadaan nyata seperti hiatus Sunoo, skala produksi yang sinematik, dan kompleksitas emosional dari penataannya semuanya menunjukkan grup yang telah melampaui sekadar membuktikan diri. Para ENGENE yang hadir di peluncuran Seoul tampaknya yakin bahwa jawabannya adalah sesuatu yang luar biasa — dan dengan 20 kota lagi yang menanti, kisah ini baru saja dimulai.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait