CRAVITY Buka Suara soal Wajib Militer dan Kontrak: Janji yang Membuat LUVITY Menangis
Grup beranggotakan sembilan orang ini merayakan enam tahun dengan wawancara jujur tentang perpanjangan kontrak, wajib militer, dan janji abadi mereka kepada para penggemar

Enam tahun setelah debut, CRAVITY tampil lebih jujur dan lebih bertekad dari sebelumnya. Dalam wawancara grup yang diterbitkan pada 10 Mei 2026, grup K-pop beranggotakan sembilan orang ini membicarakan realitas yang dihadapi tim mereka secara terbuka: wajib militer yang semakin dekat bagi sebagian besar anggota, perpanjangan kontrak yang akan datang, dan pertanyaan besar tentang apa yang selanjutnya terjadi. Jawaban mereka, yang disampaikan secara kolektif, sangat sederhana — mereka berkata akan bersama-sama untuk waktu yang lama, dan mereka sungguh-sungguh.
Wawancara ini bertepatan dengan promosi album mini kedelapan mereka, ReDeFINE, yang dirilis pada 29 April 2026. Album dan percakapan yang menyertainya menggambarkan potret sebuah grup yang telah belajar memegang ketidakpastian dan ambisi dalam satu tarikan napas.
Album yang Mencerminkan Momen Ini
CRAVITY memilih ouroboros sebagai motif sentral ReDeFINE, simbol kuno ular yang menelan ekornya sendiri — mewakili siklus, akhir yang menjadi awal baru, dan ketekunan dari apa yang menolak untuk lenyap. Ini adalah gambaran yang memiliki bobot lebih dari biasanya bagi sebuah grup yang kini berdiri di tepi transisi besar.
Lagu utama AWAKE menyampaikan pesan itu melalui suara dan gerakan. Koreografinya membuat para anggota membentuk lingkaran dengan tangan mereka, lalu berpencar meniru gerakan lidah ular — sebuah metafora visual dari transformasi dan ketekunan. Anggota Serim dan Allen bersama-sama menulis liriknya, menangkap semangat memilih untuk terus melangkah maju apapun rintangannya.
Album berisi enam lagu ini juga mencakup Adore yang ditulis bersama oleh Serim, Allen, dan Jungmo; Spring with You yang bernuansa lebih hangat, dikomposisi bersama oleh Wonjin dan Allen; FEVER; Hello-Goodbye; dan yang paling menonjol, Love Me Like You Do — lagu pertama Taeyoung yang seluruhnya ia ciptakan sendiri dan masuk dalam rilisan CRAVITY. Taeyoung berkata bahwa suara para anggotalah yang menghidupkannya, dan ia menulisnya dengan memikirkan bagaimana tidak ada yang mencintai mereka seperti LUVITY. Dimensi personal dari lagu tersebut membuatnya langsung menjadi favorit penggemar bahkan sebelum album dirilis.
Menghadapi Wajib Militer dengan Mata Terbuka
Pertanyaan yang selama ini diam-diam disimpan oleh para penggemar CRAVITY akhirnya dibahas secara langsung. Kecuali Allen, semua anggota CRAVITY akan diwajibkan menyelesaikan wajib militer Korea Selatan. Beberapa anggota kini sudah berada di usia di mana tenggat waktu itu menjadi sangat nyata.
Kami tidak bisa menghindari memikirkannya, kata Wonjin terus terang. Ini adalah kenyataan yang semakin mendekat. Tapi daripada mengkhawatirkan masa depan yang jauh, saya lebih suka fokus pada saat ini — tetap dekat sebagai tim, hari demi hari. Ia menambahkan bahwa yang menjaga mereka tetap bersatu selama comeback ini, meski ada pertanyaan tentang kontrak dan militer di atas kepala, adalah satu sama lain. Kami menjadi motivasi satu sama lain, katanya.
Hyungjun mengambil sudut pandang yang khas optimis. Saya pikir kami mungkin akan kembali dari militer bahkan lebih menarik, katanya sambil tertawa. Lihat betapa berbedanya kami dari rekaman debut. Bayangkan seperti apa kami di usia tiga puluhan. Ia juga menambahkan bahwa grup sudah memiliki percakapan tidak resmi tentang meminimalkan dampak pada penggemar, termasuk memikirkan cara mengatur waktu dinas masing-masing anggota agar jeda antara periode aktif penuh sesingkat mungkin. Kami belum membahas ini secara mendalam dengan perusahaan, katanya. Tapi begitu kontrak selesai, percakapan itu adalah yang berikutnya.
Wonjin memberikan wawasan jujur tentang bagaimana mereka memproses masa depan secara emosional dengan merujuk kepada seniornya di Starship Entertainment, MONSTA X — sebuah grup yang telah mengelola rotasi militer sejak 2021. Ia ingat menonton video MONSTA X yang mengejutkan anggota IM di sebuah restoran sebelum pendaftarannya. Itu sangat mengharukan, kata Wonjin. Suatu hari, ketika giliran saya tiba, saya berharap teman-teman saya akan melepas kepergian saya seperti itu. Jujurnya, saya hampir menantinya.
Pertanyaan Kontrak dan Janji yang Terus Mereka Ucapkan
Kenyataan lain yang membayangi adalah perpanjangan kontrak. Perjanjian awal CRAVITY dengan Starship Entertainment mendekati pembaruan, dan grup ini membicarakannya dengan keterbukaan yang tidak selalu umum dalam industri K-pop.
Kami sudah sedikit membicarakannya di antara kami, tapi memutuskan untuk menyelesaikan comeback dulu sebelum membahas lebih dalam, kata Hyungjun. Kami tidak ingin kekhawatiran soal negosiasi kontrak masuk ke dalam proses kreatif kami. Selesaikan musiknya dulu, baru pikirkan langkah berikutnya. Ia menambahkan bahwa motto tidak resmi grup yang sudah lama — dalam bahasa Korea berarti mari kita saling bertemu untuk waktu yang lama — tidak pernah menjadi ungkapan biasa. Kami tidak mengatakannya sembarangan. Kami mengatakannya karena kami mencintai tim ini dan mencintai LUVITY. Menepati janji itu berarti memberikan segalanya yang kami miliki sekarang ini.
Taeyoung mengungkapkan impian kolektif: Tujuan setiap idol adalah menjadi grup yang bertahan lama. Semua sembilan dari kami memperbarui kontrak — itulah impiannya. Wonjin menambahkan bahwa konsep keabadian yang berulang dalam album, tertanam dalam simbolisme ouroboros, memang disengaja. Itu adalah sesuatu yang kami ingin penggemar pegang ketika mereka memikirkan kami, katanya.
Enam Tahun Pertumbuhan, Kemunduran, dan Tetap Bersama
CRAVITY debut pada April 2020, di tengah pandemi global, tampil di venue yang kosong dan tribun yang sunyi. Bagi sebuah grup yang energinya tumbuh dari interaksi dengan penonton, itu adalah awal yang sulit dan tidak biasa. Kami tahu betapa berharganya penggemar dengan cara yang tidak banyak grup ketahui, refleksi Wonjin. Kami debut tanpa suara mereka. Ketiadaan itu membuat kami memahami apa arti kehadiran mereka. Itu masih membentuk cara kami mendekati setiap panggung.
Perjalanan sejak saat itu mencakup babak di kompetisi survival Road to Kingdom ACE OF ACE, di mana mereka finis di posisi terakhir — sebuah hasil yang, alih-alih menghancurkan mereka, justru menjadi bagian dari kisah ketahanan bersama mereka. Kami tersandung, kami bangkit, dan kami terus melakukannya, kata Hyungjun. Itulah pada dasarnya tentang apa album ini.
Serial konten produksi mandiri mereka Beatypark — kini di musim kesepuluh — telah menjadi salah satu proyek keterlibatan penggemar yang paling dicintai di dunia K-pop generasi keempat. Para anggota telah memberikan kontribusi kreatif di setiap musim, dan acara tersebut telah memperluas basis penggemar internasional mereka secara signifikan.
Apa yang Akan Datang untuk CRAVITY
Untuk saat ini, fokus grup sepenuhnya pada masa kini — panggung, acara musik, dan penggemar yang hadir. Seongmin mengartikulasikan perubahan pola pikir yang dihasilkan enam tahun. Dulu kami merasa cemas ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Tapi saya menjadi paham bahwa memberikan segalanya yang kamu punya sudah cukup — meskipun hasilnya bukan yang kamu bayangkan. Saya ingin penggemar meninggalkan pertunjukan kami dengan kenangan yang baik, dan saya ingin menghargai apa yang kami bangun bersama sebagai anggota.
Serim, yang biasanya menjadi salah satu suara paling visioner dalam grup, mengatakannya dengan khas langsung: Saya menjadi lebih serakah. Saya ingin menunjukkan lebih banyak. Dan dengan album mini kedelapan yang mendapat perhatian di chart musik Asia dan basis penggemar internasional yang terus berkembang, CRAVITY jelas belum selesai mendefinisikan ulang apa yang mereka mampu lakukan.
Sang ular menelan ekornya. Siklus terus berlanjut. CRAVITY masih akan menemanimu untuk waktu yang sangat lama.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar