Han Young-ae Rayakan 50 Tahun Bermusik dalam Pertandingan Legendaris di Immortal Songs
Sohyang, Jung Dong-ha, dan Do Won-gyeong bergabung dalam spesial ulang tahun ke-50 — tayang 16 Mei di KBS2

Lima puluh tahun berkecimpung dalam dunia musik bukanlah hal yang sepele. Cukup lama untuk melampaui tren yang silih berganti, bertahan dari berbagai perubahan industri, dan menyaksikan generasi demi generasi penggemar tumbuh besar lalu mengajak anak-anak mereka ke konser. Bagi Han Young-ae, vokalis legendaris Korea Selatan yang dikenal sebagai "Penyihir Suara", lima dekade hanya semakin mempertajam suaranya dan memperdalam pesona mistisnya.
Pada 16 Mei 2026, program kompetisi musik KBS2 Immortal Songs: Singing the Legend mendedikasikan episode ke-756 sepenuhnya untuk Han Young-ae — menghadirkan beberapa vokalis paling berpengaruh di Korea untuk memberi penghormatan kepada karier yang telah merentang dari folk, blues, hingga rock, semuanya ditopang oleh suara yang tak tertandingi di industri ini.
Siapa Han Young-ae?
Han Young-ae memulai karier pada tahun 1976 sebagai anggota grup folk Sunflower (해바라기) — masa ketika musik pop Korea Selatan masih mencari jati dirinya. Karier solonya yang menyusul kemudian menolak untuk berdiam di satu tempat. Ia menyerap pengaruh blues, mengembangkan teknik vokal yang dramatis, dan akhirnya membangun suara yang begitu khas hingga julukan Penyihir Suara melekat abadi.
Katalog lagunya mencakup karya-karya yang telah menjadi bagian permanen dari musik populer Korea. "Nobody There" (누구 없소), "Tuning" (조율), "Rhinoceros" (코뿔소), dan "Looking" (바라본다) bukan sekadar lagu yang dicintai — mereka adalah penanda budaya. Masing-masing mencerminkan dimensi artistik Han Young-ae yang berbeda: kekuatan mentah, kontrol yang halus, drama teatrikal, dan kontemplasi yang tenang.
Pada April 2026, klip "Killing Voice" Han Young-ae yang membawakan repertoarnya menjadi viral secara global, dengan penonton internasional menggambarkan penampilannya sebagai perwujudan "karisma sepanjang masa". Bagi penggemar lama, ini sudah bisa diprediksi. Bagi penonton internasional yang baru mengenalnya, ini adalah sebuah wahyu — bukti bahwa kesenian sejati melampaui era dan genre.
Daftar Penampil: Suara-Suara Terbaik Korea di Satu Panggung
Para produser Immortal Songs menyusun daftar penampil yang merupakan daftar siapa-siapa dalam keunggulan vokal Korea. Setiap penampil dipasangkan dengan lagu klasik Han Young-ae, menciptakan serangkaian reinterpretasi yang mencakup rentang emosi penuh dari katalognya.
Sohyang, yang dianggap sebagai salah satu suara paling dahsyat dalam sejarah musik Korea, membawakan "Tuning" (조율). Jeong In, yang soprano bernuansa jazz telah mengumpulkan penggemar setia, menyanyikan "Wind" (바람). Jung Dong-ha — pemegang rekor terbanyak menang di Immortal Songs dengan 17 trofi — menantang "Rippling Brook" (여울목).
Duo Ko Hun-jeong dan Lee Chang-yong membawa kekuatan gabungan mereka ke "Nobody There" (누구 없소). Seodo menginterpretasikan "Still in My Heart" (마음 깊은 곳에 그대로를). Dan dalam apa yang mungkin menjadi momen paling mengharukan dalam episode ini, Do Won-gyeong akan membawakan "Rhinoceros" (코뿔소) — penampilan pertamanya dalam kompetisi yang disiarkan televisi setelah 34 tahun berkarier.
Penampilan Kompetisi Bersejarah Pertama Do Won-gyeong
Do Won-gyeong dianggap sebagai salah satu tokoh pelopor rock Korea — seorang rocker perempuan generasi pertama yang membuka jalan di industri yang hampir tidak mengakui perempuan sebagai musisi rock di awal 1990-an. Ia tampil selama beberapa dekade, membangun penggemar setia, dan berkontribusi secara bermakna pada budaya musik Korea. Namun dalam 34 tahun karier, ia tidak pernah masuk kompetisi yang disiarkan televisi — sampai sekarang.
Do Won-gyeong menyebut nama Han Young-ae sebagai alasan ia menerima undangan: "Ini kompetisi pertama saya sejak debut. Saya mendapat keberanian saat mendengar nama sunbae Han Young-ae. Saya keluar dengan mic stand yang sudah dipoles dan siap tampil." Pernyataan ini konon disambut tawa dan tepuk tangan antusias dari yang hadir, dan kalimat tersebut sudah beredar sebagai kutipan favorit penggemar di media sosial.
Lagu Baru Setelah Empat Tahun
Format penghormatan Immortal Songs biasanya menempatkan artis legendaris sebagai tamu kehormatan yang menyaksikan orang lain menginterpretasikan karyanya. Yang membuat episode Han Young-ae luar biasa adalah bahwa ia tidak hanya menonton — ia juga tampil.
Han Young-ae akan naik panggung untuk mempersembahkan "SnowRain", lagu baru pertamanya dalam kurang lebih empat tahun. Keputusan untuk merilis musik baru selama episode penghormatan adalah hal yang tidak lazim dan signifikan: lima puluh tahun berlalu, Han Young-ae masih berkarya.
Episode ini tayang pada 16 Mei 2026 pukul 18:05 KST di KBS2. Han Young-ae juga telah mengumumkan konser ulang tahun ke-50 di Woori Financial Art Hall di Olympic Park, Seoul, pada 13 dan 14 Juni.
Mengapa Episode Ini Penting
Dalam industri yang bergerak secepat siklus comeback, Han Young-ae mewakili sesuatu yang semakin langka: seorang artis yang nilainya hanya bertumbuh seiring waktu. Spesial Immortal Songs bukan sekadar perayaan musiknya — ini adalah pengingat tentang apa yang dapat dihasilkan budaya populer Korea ketika para artis diberi ruang untuk berkembang selama beberapa dekade.
Immortal Songs: Singing the Legend Episode 756, Spesial Han Young-ae, tayang 16 Mei 2026 pukul 18:05 KST di KBS2.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar