Bagaimana TXT Membantu Yogurt Korea Menjadi Tren di China

Sebuah merek yogurt Korea sedang berubah menjadi tujuan K-pop yang tak terduga di China, dan penggemar TXT ikut menjelaskan alasannya. Laporan baru Sports World menggambarkan bagaimana Yoajung, jaringan es krim yogurt Korea, menarik pengunjung muda ke gerainya di Shanghai lewat perpaduan citra Korea, dessert yang ramah media sosial, dan pilihan menu yang dikaitkan dengan Soobin serta Yeonjun dari TOMORROW X TOGETHER.
Kisah ini lebih besar dari satu pesanan dessert. Menurut laporan Korea, Yoajung memiliki 18 gerai di China dan menargetkan 100 lokasi pada akhir 2026. Di pasar tempat tren makanan bergerak cepat melalui mal, platform video pendek, dan komunitas fandom, merek ini memakai K-culture sebagai pintu masuk sambil membentuk ulang menu sesuai kebiasaan lokal.
Kombinasi itu membuat topik ini menembus Google Trends di Korea. Kata kunci sumbernya adalah “health”, tetapi sudut hiburannya lebih spesifik: sebuah merek dessert Korea memakai daya tarik emosional idol, isyarat bahasa Korea yang familiar, dan budaya rekomendasi antarfan untuk membuat kunjungan toko terasa seperti bagian dari pengalaman K-pop.
Mengapa Fans TXT Datang untuk Yogurt
Di gerai Yoajung IAPM di Huaihai Road, Shanghai, suasana yang digambarkan reporter Korea terasa lebih dekat dengan titik kumpul fandom daripada konter dessert biasa. Pelanggan remaja datang dengan tas berhias gantungan kunci karakter TOMORROW X TOGETHER, K-pop diputar di dalam toko, dan pengunjung berfoto di dekat papan berbahasa Korea sebelum makan.
Detail paling berkesan bukan sekadar kehadiran fans TXT. Beberapa pelanggan memesan kombinasi topping yang diasosiasikan dengan para member. Seorang fan muda mengatakan ia datang setelah melihat member TXT makan Yoajung dan memilih topping rekomendasi Soobin. Pengunjung remaja lain dilaporkan memesan kombinasi yang tersebar di Douyin, TikTok versi China, sebagai pilihan terkait Yeonjun.
Bagi penggemar K-pop, perilaku itu sangat familiar. Pesanan makanan bisa menjadi tindakan partisipasi kecil ketika terhubung dengan selera idol, klip di balik layar, atau unggahan media sosial. Fans sering mengubah detail seperti itu menjadi ritual berulang: datang ke tempatnya, pesan hal yang sama, ambil foto, lalu bagikan kepada orang yang memahami referensinya.
Yoajung tampaknya diuntungkan oleh pola tersebut. Merek ini tidak menjual merchandise idol resmi seperti venue konser, tetapi lingkungan toko memungkinkan fans menghubungkan merek konsumsi Korea dengan dunia K-pop yang lebih luas. Hasilnya, pembelian dessert juga menjadi momen fandom.
Hal itu penting karena penemuan yang digerakkan fandom bisa lebih tahan lama daripada iklan biasa. Fan yang datang karena Soobin atau Yeonjun mungkin membagikan pengalamannya kepada fans lain, yang kemudian memperlakukan pesanan itu sebagai potongan kecil budaya, bukan sekadar item menu acak. Dalam ritel yang menyasar anak muda, lapisan emosional seperti ini bisa mengubah produk menjadi destinasi.
Cara Yoajung Melokalkan Strategi China
Strategi China tidak dibangun di atas K-pop saja. Laporan tersebut menegaskan bahwa Yoajung menyesuaikan bisnisnya untuk konsumen China, bukan sekadar menyalin gerai Korea. Di Korea, merek ini kuat diasosiasikan dengan bowl es krim yogurt dan topping yang bisa dikustomisasi. Di China, menu memberi ruang lebih besar untuk shake, smoothie, dan produk bergaya jus.
Perubahan itu mencerminkan budaya makanan lokal. Konsumen China sering menyukai format minuman di pusat perbelanjaan, dan dessert dingin menghadapi ekspektasi yang berbeda dibandingkan di Korea. Yoajung merespons dengan mengurangi penekanan pada cup es krim besar dan memperluas opsi minuman yang lebih mudah dibawa, dibagikan, dan difoto.
Gerainya juga lebih condong ke takeout. Alih-alih berfokus pada waktu duduk yang lama, lokasi di China dirancang untuk pelanggan yang bergerak melalui ruang ritel besar. Ini penting di kota seperti Shanghai, tempat mal bukan hanya lokasi membeli produk, melainkan panggung sosial tempat makanan, mode, dan pembuatan konten bertemu.
Yoajung juga mengadaptasi bahan dan rasa musiman. Salah satu item memakai nama dan citra hallabong Jeju, buah sitrus yang sangat terkait dengan Korea, tetapi menggunakan buah keluarga jeruk dari sumber lokal karena impor buah segar bisa rumit. Menu musiman lain memakai yangmei, buah musim panas populer di China, agar merek terasa tidak sekadar baru karena asing, tetapi menjadi pilihan dessert lokal dengan identitas Korea.
Keseimbangan itu penting. Identitas Korea menarik perhatian, tetapi kunjungan berulang bergantung pada apakah produk cocok dengan selera sehari-hari. Operator Yoajung di China menggambarkan lokalisasi sebagai kunci daya tahan: koneksi K-pop dapat membawa pelanggan masuk, tetapi rasa, harga, kemudahan, dan lokasi mal menentukan apakah mereka kembali.
Citra sehat yogurt juga membantu. Kata kunci Google Trends awal adalah “health”, dan laporan Sports World mencatat bahwa yogurt dapat dipersepsikan sebagai produk yang relatif sehat di China. Bagi konsumen muda dan keluarga yang ragu terhadap dessert dingin yang berat, minuman atau bowl berbasis yogurt terasa lebih ringan dan lebih mudah dibenarkan.
Angka di Balik Ekspansi
Jejak Yoajung di China saat ini masih relatif kecil, tetapi rencana pertumbuhannya agresif. Laporan menghitung 18 gerai yang beroperasi, termasuk enam gerai langsung dan 12 gerai yang dijalankan mitra. Enam lokasi tambahan disebut sedang bersiap dibuka di wilayah termasuk Shanghai, Beijing, Anhui, dan Zhejiang.
Target yang dinyatakan adalah 100 gerai di China pada akhir 2026. Angka itu penting karena menempatkan kunjungan yang terkait TXT sebagai sesuatu yang lebih dari cerita fans yang manis. Yoajung mencoba mengubah antusiasme awal di Shanghai dan kota besar lain menjadi jaringan ritel yang lebih luas.
Pilihan lokasi juga menunjukkan strategi yang disengaja. Merek ini menempatkan gerai awal di mal terkemuka dan distrik komersial dengan visibilitas tinggi, termasuk Shanghai IAPM, pusat belanja besar di Beijing, Wuhan, Chongqing, Chengdu, serta lokasi kunci di Deji Plaza, Nanjing. Logikanya jelas: alamat mal yang kuat dapat menjadi sinyal kredibilitas bagi pelanggan, pemilik lahan, dan calon mitra.
Shanghai dipilih sebagai pasar China daratan pertama karena kota ini sering diperlakukan sebagai penentu tren untuk merek makanan dan minuman. Jika konsep dessert berhasil di Shanghai, peluangnya lebih kuat untuk masuk ke pasar urban besar lainnya. Jika kesulitan di sana, ekspansi menjadi lebih sulit dipertahankan.
Ada juga cerita operasional di balik target pertumbuhan. Laporan menggambarkan sistem ketika staf baru menerima pelatihan teori, praktik lapangan, dan evaluasi akhir sebelum bekerja di toko. Produk baru disebut melalui proses bertahap untuk memastikan resep dan peralatan dapat ditangani secara konsisten. Pemeriksaan CCTV bulanan digunakan untuk meninjau operasi dan memperbaiki masalah.
Detail itu mungkin terdengar kurang glamor dibanding pesanan yogurt yang terinspirasi TXT, tetapi sangat penting bagi ambisi merek. Fandom dapat menciptakan trafik, namun jaringan yang menargetkan 100 gerai membutuhkan pelatihan yang dapat diulang, kualitas konsisten, dan cukup banyak mitra lokal untuk tumbuh tanpa kehilangan kendali atas produk.
Makna Ini bagi Kekuatan Ritel K-pop
Kisah Yoajung menunjukkan bahwa pengaruh K-pop kini bergerak melampaui album, konser, dan kampanye mode. Kombinasi topping favorit idol dapat menjadi referensi menu. Sapaan Korea di dalam toko dapat menjadi bagian dari atmosfer. Cup dessert dapat menjadi properti foto bagi fans yang ingin mendokumentasikan koneksi kecil dengan artis yang mereka ikuti.
Ini bukan hal yang sama dengan kesepakatan endorsement resmi. Laporan yang tersedia tidak menggambarkan TXT sebagai model resmi untuk ekspansi Yoajung di China. Kekuatannya datang dari interpretasi fans dan berbagi di media sosial: pelanggan menghubungkan produk dengan para member, lalu menyebarkan koneksi itu melalui jaringan mereka sendiri.
Pengaruh informal seperti ini bernilai karena terasa tidak terlalu terskrip. Fans tidak hanya menonton iklan; mereka menciptakan ulang detail yang mereka yakini milik dunia nyata artis. Bagi merek konsumen, hal itu bisa lebih persuasif daripada kampanye konvensional, terutama ketika produknya terjangkau dan mudah dicoba.
Ini juga menyoroti mengapa merek gaya hidup Korea terus mendapat manfaat dari Korean Wave yang lebih luas. Musik menciptakan perhatian, drama dan variety show membangun kedekatan, dan produk konsumen dapat membawa kedekatan itu ke kebiasaan harian. Ketika remaja China memesan bowl yogurt ala Soobin atau campuran topping terkait Yeonjun, pembelian itu berada di persimpangan fandom, makanan, dan identitas.
Tantangan sekarang adalah apakah Yoajung dapat mempertahankan kegembiraan itu sambil tumbuh cepat. Satu pesanan viral dapat membawa lonjakan pengunjung, tetapi 100 gerai membutuhkan hubungan yang lebih stabil dengan konsumen. Merek perlu menjaga menu lokal tetap segar, mempertahankan isyarat budaya Korea tanpa terasa dipaksakan, dan memastikan dessert itu sendiri tetap kuat setelah kunjungan pertama yang digerakkan fandom.
Bagi fans TXT, daya tariknya langsung terasa: pesanan dessert sederhana menjadi cara merasa lebih dekat dengan grup. Bagi Yoajung, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah percikan emosional itu dapat menjadi bisnis jangka panjang di China. Tanda awal menunjukkan K-pop masih bisa mengubah ritel biasa menjadi titik budaya, terutama ketika produk dirancang untuk foto, berbagi, dan ritual fans yang dapat diulang.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar