Huh Young-man jeda Baekban Journey setelah tujuh tahun

|6 menit baca0
Huh Young-man jeda Baekban Journey setelah tujuh tahun

Perjalanan kuliner Huh Young-man selama tujuh tahun di TV Chosun kini berhenti sejenak pada momen yang terasa mendadak sekaligus penuh refleksi. Kartunis veteran sekaligus pembawa acara itu mundur sementara dari aktivitas publik karena masalah kesehatan, dan Sikgaek Huh Young-man's Baekban Journey akan menutup musim pertamanya lewat episode spesial yang tayang 21 Juni pukul 19.50 KST.

Keputusan ini dibuat dengan pemulihan Huh sebagai prioritas. Agensinya menyatakan awal pekan ini bahwa muncul masalah kesehatan dan Huh mengikuti arahan medis sambil fokus pada perawatan serta istirahat. Mereka juga mengatakan ia akan menghentikan aktivitas luar untuk sementara, sebuah pengumuman besar bagi figur publik yang kariernya membentang dari komik, adaptasi film, televisi, hingga budaya makanan Korea.

Bagi penonton di luar Korea, Huh Young-man lebih dari sekadar figur televisi. Lahir di Yeosu dan aktif sejak 1970-an, ia menjadi salah satu kartunis Korea paling dikenal melalui karya seperti Gaksital, Fly Superboard, Beat, Tazza, dan Sikgaek. Beberapa judulnya bergerak dari cetak ke film, televisi, dan ingatan populer, menjadikannya bagian dari jembatan antara komik Korea dan budaya layar arus utama.

Program makanan dengan ingatan panjang

Baekban Journey dimulai pada 2019 dan membangun identitasnya dari sesuatu yang lebih tenang daripada kompetisi memasak selebritas atau spektakel restoran. Huh berkeliling Korea mengunjungi tempat makan lokal, sering menyorot meja sederhana, rasa daerah, dan orang-orang yang menjaga tempat itu tetap hidup. Kata Korea “baekban” berarti makanan rumahan sederhana, tetapi program ini memperlakukannya sebagai memori budaya, bukan latar belakang.

Selama tujuh tahun, acara ini mengunjungi 1,329 restoran dan memperkenalkan 2,131 hidangan, menurut angka TV Chosun yang dikutip media Korea. Acara ini juga menyambut 365 tamu makan, menciptakan catatan percakapan sekaligus katalog hidangan. Angka itu penting karena menunjukkan skala kerja: ini bukan program makanan promosi singkat, melainkan peta panjang tentang santapan sehari-hari Korea.

Episode spesial penutup musim, berjudul The Baekban We Loved: Seven Years of Delicious Records, akan meninjau kembali sejarah tersebut. Acara itu diperkirakan menyorot meja gaya selatan berisi 17 hidangan dari Gangjin, Provinsi Jeolla Selatan, yang tampil di episode pertama; tempat makguksu minyak perilla yang dikenal luas setelah muncul di acara; serta kondisi terkini kawasan pandai besi di sekitar Mullae-dong, tempat program ini dulu menemukan kisah makanan dalam latar industri.

Pilihan itu menegaskan apa yang membuat serial ini berbeda. Acara ini bukan hanya soal apakah makanan terlihat menggugah selera. Ia tertarik pada mengapa sebuah hidangan milik suatu tempat, kerja seperti apa yang membuatnya mungkin, dan bagaimana restoran kecil bisa menjadi kenangan bagi penonton yang mungkin tidak pernah datang langsung.

Mengapa musim pertama berakhir sekarang

TV Chosun dan perusahaan Huh menyebut final ini sebagai penutup musim pertama, bukan hilangnya format secara permanen. Pernyataan itu membuka kemungkinan kembali dalam bentuk baru, tetapi alasan langsungnya jelas: kesehatan Huh harus didahulukan. Media Korea mengutip perusahaannya yang mengatakan bahwa ia mengalami masalah kesehatan dan fokus pada perawatan serta pemulihan di bawah bimbingan medis.

Kerangka itu membentuk nada episode spesial. Alih-alih dipresentasikan sebagai pembatalan biasa atau perubahan jadwal, produksi menempatkannya sebagai kesempatan bagi penonton untuk melihat kembali dengan rasa terima kasih. Tim produksi mengatakan akan mendukung pemulihan Huh dan meminta penonton menantikan musim mendatang dalam bentuk baru.

Waktunya terasa menyentuh karena Huh mendekati usia 80 tahun, usia yang juga dicatat media Korea dalam liputan mereka. Bagi kebanyakan host, program perjalanan makanan selama tujuh tahun sudah menjadi komitmen besar. Bagi Huh, itu juga perpanjangan dari kepekaan yang membuat Sikgaek dicintai: pandangan bahwa makanan adalah cerita tentang tempat, kerja, memori, dan martabat sehari-hari.

Kepekaan itulah yang membuat acara ini menarik bagi penonton di luar audiens standar program makanan. Setiap episode membawa ritme kunjungan lokal: tamu, meja, pemilik, wilayah, dan reaksi Huh sendiri. Hasilnya adalah program yang sering terasa bukan seperti buku panduan, melainkan catatan lanskap hidup Korea.

Kartunis di balik meja

Kehadiran Huh memberi Baekban Journey otoritas karena makanan sudah lama menjadi pusat kehidupan kreatifnya. Sikgaek, komik bertema makanannya yang berpengaruh, membantu membentuk cara banyak pembaca Korea melihat hidangan bukan sebagai resep terpisah, melainkan sebagai cerita yang terhubung dengan daerah, keluarga, musim, dan identitas. Acara televisi ini membawa pandangan itu ke bentuk dokumenter-variety.

Karya-karya awalnya juga menjelaskan mengapa berita ini begitu berbobot. Tazza menjadi waralaba film besar dan titik rujukan budaya; Gaksital menemukan kehidupan baru sebagai adaptasi layar; dan Fly Superboard tetap akrab bagi generasi yang mengenalnya lewat animasi. Huh bukan sekadar host satu acara yang mundur karena kesehatan. Ia adalah seniman yang karyanya terjalin dalam budaya populer Korea selama puluhan tahun.

Karena itu, final musim pertama terasa seperti jeda dalam karier yang lebih besar, bukan sekadar akhir siklus siaran. Ini juga menjelaskan mengapa penggemar merespons dengan kekhawatiran, bukan kekecewaan biasa. Bab berikutnya yang paling penting bukan slot program baru, melainkan pemulihan Huh.

Episode spesial akan memuat sorotan kemunculan tamu dan pesan dari pemilik restoran yang menjadi bagian dari arsip tujuh tahun program. Elemen itu mungkin menjadi perpisahan paling tepat untuk musim ini. Baekban Journey dibangun di atas gagasan bahwa makanan tidak pernah hanya makanan; ia adalah orang yang memasaknya, tempat yang membentuknya, dan tamu yang mengingatnya.

Apa yang bisa diharapkan penonton dari spesial ini

Siaran 21 Juni diperkirakan bersifat retrospektif, bukan investigatif. Penonton dapat mengharapkan perjalanan terkurasi kembali ke lokasi kunci, meja yang berkesan, dan tekstur emosional perjalanan Huh di seluruh Korea. Bagi penggemar lama, daya tariknya adalah pengenalan kembali. Bagi penonton baru, ini bisa menjadi pengantar ringkas tentang mengapa program tersebut bertahan begitu lama.

Acara ini juga hadir ketika budaya makanan Korea semakin global. Audiens internasional mungkin mengenal masakan Korea lewat barbecue, kimchi, street food, atau adegan makan dalam K-drama, tetapi Baekban Journey selalu menunjuk pada sesuatu yang lebih berakar: konter makan siang, meja lingkungan, pemilik lanjut usia dengan resep yang jarang muncul di daftar tren global.

Itulah warisan yang kemungkinan ditekankan spesial ini. Melalui 1,329 restoran dan 2,131 hidangan, Huh Young-man membantu mengubah santapan sehari-hari Korea menjadi arsip televisi. Musim pertama kini berakhir karena kesehatan harus didahulukan. Namun catatan yang ditinggalkan tetap sangat kaya: tujuh tahun makanan, percakapan, kebanggaan lokal, dan keyakinan bahwa meja paling biasa pun masih bisa membawa cerita sebuah negara.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait