Jennie Merilis Single Baru Besok — Dan Persaingan Solo BLACKPINK Semakin Memanas

|6 menit baca0
Jennie Merilis Single Baru Besok — Dan Persaingan Solo BLACKPINK Semakin Memanas

Jennie akan segera merilis single baru — dan waktunya sangatlah tepat. Dengan "Less Than a Lover" yang dijadwalkan rilis pada 24 Juli, seluruh perhatian kembali tertuju pada anggota BLACKPINK yang secara konsisten memimpin gebrakan solo grup tersebut. Namun, comeback Jennie tidak hanya menandai babak baru bagi dirinya sendiri; hal ini juga memicu kembali diskusi mengenai anggota BLACKPINK mana yang memberikan dampak individu terkuat di tahun 2026.

Jawabannya, menurut data, bergeser tergantung pada siapa Anda bertanya. Dan saat ini, semua orang sedang menanyakannya.

Angka di Balik Persaingan Tersebut

Situs analitik data musik global ChartMasters melacak metrik yang disebut CSPC — Certified Sales and Popularity Chart — yang menggabungkan penjualan album, penjualan single, dan angka streaming ke dalam satu estimasi terpadu mengenai total dampak komersial. Di antara keempat anggota BLACKPINK sebagai artis solo, Jennie memimpin dengan estimasi 12,9 juta unit. Rosé menyusul dengan 9,9 juta, Lisa dengan 7,9 juta, dan Jisoo dengan 3,6 juta.

Angka-angka tersebut menceritakan satu kisah. Namun, Billboard Hot 100 menceritakan kisah yang berbeda. BLACKPINK kini telah mencetak sejarah sebagai grup wanita K-pop pertama yang seluruh anggotanya berhasil masuk ke dalam tangga lagu Hot 100 sebagai artis solo. Pencapaian bersejarah ini tercapai pada Oktober lalu ketika singel Jisoo, "Eyes Closed," sebuah kolaborasi dengan Zayn Malik, memasuki tangga lagu tersebut untuk pertama kalinya. Hal ini melengkapi daftar yang semakin mengesankan: Rosé telah mencuri perhatian di sana melalui "APT.," kolaborasi viralnya dengan Bruno Mars; Lisa telah menempatkan lagu-lagunya di tangga lagu tersebut; dan Jennie sebelumnya juga telah masuk dalam tangga lagu. Empat anggota, empat pendekatan berbeda untuk mendunia — dan keempatnya berhasil.

Persaingan solo di dalam BLACKPINK bukanlah drama yang dibuat-buat. Ini adalah hasil alami dari empat artis yang, setelah bertahun-tahun membangun identitas grup bersama, telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk menemukan betapa berbedanya insting individu mereka masing-masing. Rosé condong ke arah pop. Lisa mengambil arah yang lebih keras dan urban-global. Jisoo mengejar arah yang lebih lembut dan intim. Dan Jennie secara konsisten mendorong ke arah semacam maksimalisme pengaburan genre yang menempatkannya di persimpangan antara K-pop, pop Amerika, dan ambisi artistik yang murni.

Jalan Jennie Sejak Menjadi Independen

Perjalanan solo Jennie mengalami perubahan signifikan ketika ia meninggalkan YG Entertainment untuk mendirikan perusahaannya sendiri, OA Entertainment. Langkah tersebut memberinya kendali kreatif penuh — dan ia segera memanfaatkannya. Album solo debutnya, Ruby, hadir dengan berbagai kolaborasi profil tinggi: Childish Gambino, Doechii, Dua Lipa, FKJ, dan Kali Uchis semuanya muncul dalam rekaman tersebut. Ambisi dari jajaran kolaborator ini sangat nyata, dan menandakan bahwa Jennie sedang berpikir dalam skala yang jauh melampaui ekosistem K-pop.

Sejak Ruby, ia tetap aktif dalam sirkuit festival global. Di Governors Ball Music Festival 2026 di New York City, Jennie membawakan "Less Than a Lover" secara langsung bahkan sebelum lagu tersebut memiliki tanggal rilis resmi — sebuah langkah berani yang menghasilkan keriuhan signifikan dan memberikan lagu tersebut keunggulan organik di pasar-pasar yang merespons energi pertunjukan langsung. Strategi ini mencerminkan jenis pola kerja yang mengutamakan artis, serupa dengan yang digunakan oleh musisi pop Barat, alih-alih kalender promosi tradisional K-pop yang dibangun di sekitar penampilan acara musik dan acara tanda tangan penggemar.

Keberhasilan tangga lagu terbarunya diraih melalui remix "Dracula," yang mencapai peringkat lima di Billboard Hot 100 dan menduduki posisi nomor satu di tangga lagu Pop Airplay selama dua minggu berturut-turut. Pencapaian siaran tersebut merupakan rekor pribadi bagi Jennie pada metrik khusus tersebut — dan menjadi sinyal kuat bahwa para pemrogram radio di pasar Barat sedang memperhatikan dengan saksama apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

Apa yang Sedang Dilakukan Anggota BLACKPINK Lainnya

Meskipun berita mengenai Jennie mendominasi siklus saat ini, anggota lainnya jauh dari kata sunyi. Momentum Rosé bisa dibilang merupakan yang paling dramatis di antara grup tersebut. Kolaborasinya yang berjudul "APT." bersama Bruno Mars menjadi fenomena global yang nyata, berhasil menembus berbagai tangga lagu di seluruh dunia dan mendapatkan perhatian lintas arus utama (mainstream) yang jarang dicapai oleh artis K-pop dalam skala sebesar itu. Lagu tersebut membuat nama Rosé menjadi sangat dikenal oleh audiens yang sebelumnya tidak pernah mengikuti K-pop — yang merupakan jenis terobosan yang paling dihargai oleh industri ini. Visibilitas tersebut telah mengubah secara fundamental bagaimana dunia musik yang lebih luas memandang BLACKPINK sebagai artis individu.

Lisa telah menjalankan strategi internasional yang serupa dan agresif, dengan konsisten merilis musik serta membangun eksistensi di pasar-pasar yang jauh melampaui Korea Selatan dan Jepang. Pendekatannya menekankan pada spektakel visual dan produksi yang dapat ditarikan — sebuah jalur yang telah memberinya pengikut global setia yang mencakup audiens yang mungkin telah menemukannya melalui media sosial sebelum pernah mendengarkan album BLACKPINK. Sementara itu, kolaborasi Jisoo dengan Zayn dalam "Eyes Closed" membuka jalur baru baginya sebagai kolaborator yang mampu beroperasi dengan nyaman di ruang-ruang non-K-pop. Kolaborasi tersebut menjadi sangat menonjol justru karena Zayn membawa jenis kredibilitas yang berbeda ke dalam kemitraan tersebut — sebuah bukti bahwa Jisoo mampu berdiri sejajar dengan sosok pop yang diakui secara global, yang audiensnya memiliki sedikit kesamaan dengan fandom K-pop tradisional. Jalur setiap anggota telah berbeda, namun keempatnya tetap terhubung oleh merek BLACKPINK — yang, seiring dengan menumpuknya kesuksesan solo, justru menjadi semakin kuat.

Grup itu sendiri juga tetap aktif. BLACKPINK merilis mini album ketiga mereka, Deadline, pada bulan Februari tahun ini, menandai rilis grup penuh pertama mereka dalam kurun waktu sekitar empat tahun. Rekaman tersebut hadir saat keempat anggota berada di puncak visibilitas individu mereka, memberikan energi unik pada proyek grup tersebut: empat artis yang masing-masing telah membuktikan sesuatu secara independen, kini menyalurkan semua itu ke dalam sebuah pernyataan bersama.

Dengan perilisan "Less Than a Lover" pada 24 Juli pukul 13.00 KST, Jennie bersiap untuk menambahkan satu lagi poin data dalam kompetisi yang tidak pernah benar-benar berhenti. Bagi para penggemar yang mengikuti lintasan karier setiap anggota secara saksama, setiap rilisan baru merupakan pencapaian pribadi sekaligus babak baru dalam kisah grup yang terus berlanjut. Namun, dalam dunia BLACKPINK, bersaing dengan rekan satu grup bukanlah sebuah masalah — melainkan mesin yang mendorong keempatnya untuk terus maju, dan alasan paling jelas mengapa merek kolektif BLACKPINK tidak pernah sekuat atau serelevan sekarang di kancah global.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait