Bintang K-Pop Hadir di Premiere Seoul untuk Menghormati Michael Jackson
RIIZE, Ni-ki dari ENHYPEN, dan Super Junior Pimpin Pemutaran VIP Sebelum Tayang 13 Mei

Pada 11 Mei, sejumlah nama paling dikenal di dunia K-pop berkumpul di Megabox COEX, Seoul, untuk menghadiri pemutaran VIP film Michael — biopic yang telah lama ditunggu-tunggu tentang kehidupan dan warisan Michael Jackson. Grup RIIZE dan ENHYPEN, bersama veteran Super Junior Eunhyuk dan Shindong, serta penyanyi Park Nam-jeong yang dijuluki "Michael Jackson-nya Korea" — tampil di hadapan kamera sebelum film resmi tayang nasional pada 13 Mei.
Kehadiran mereka adalah sebuah pernyataan yang bermakna. Bagi generasi artis K-pop yang tumbuh besar dengan mempelajari koreografi dan gaya panggung Jackson, menghadiri premiere ini bukan sekadar kewajiban selebriti biasa. Ini adalah penghormatan kepada sosok yang oleh banyak pihak dianggap sebagai cetak biru asli budaya performa idol modern.
Film yang Membawa Michael Jackson Kembali ke Pusat Panggung
Michael disutradarai oleh Antoine Fuqua — dikenal lewat Training Day dan The Equalizer — dan mengisahkan perjalanan Jackson dari masa kecilnya di Gary, Indiana, hingga kejayaannya sebagai Raja Pop yang tak tertandingi. Pemeran utamanya adalah Jaafar Jackson, keponakan kandung Michael. Kemiripan fisik yang mencolok, akting yang penuh dedikasi, serta kemampuan Jaafar menyanyikan lagu-lagu secara langsung dan mereplikasi urutan tari paling ikonik dalam sejarah pop, semuanya mendapat sambutan antusias dari penonton dan penggemar.
Penayangan di Korea terjadi di tengah perjalanan global yang sudah mengesankan. Di Billboard 200, dua album studio Michael Jackson baru-baru ini kembali masuk 10 besar, sebagai dampak langsung dari minat yang diperbarui oleh rilisnya film ini. Para pengamat industri menarik paralel dengan Bohemian Rhapsody (2018) — biopic Queen yang memicu gelombang penemuan kembali Freddie Mercury di Korea dan memperkenalkan band tersebut kepada generasi penggemar yang sama sekali baru. Para distributor Korea berharap Michael menghasilkan gelombang serupa.
Film ini mengikuti arc narasi heroik: seorang seniman muda yang melepaskan diri dari bayang-bayang ayah yang otoriter untuk menjadi superstar global. Dari masa kecilnya sebagai anak ajaib berusia lima tahun di Jackson 5, hingga debut moonwalk, dan era Thriller yang eksplosif — semua penampilan awal Jackson yang paling dicintai dihadirkan kembali dalam film ini.
Mengapa Bintang-Bintang Besar K-Pop Hadir di Premiere
Kehadiran grup K-pop di premiere ini mencerminkan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kemunculan selebriti biasa. Pengaruh Michael Jackson terhadap industri hiburan idol sulit untuk dilebih-lebihkan. Dari koreografi sinkron seluruh anggota kelompok hingga konsep satu performer sebagai "center" yang memimpin pertunjukan, banyak konvensi yang membentuk panggung K-pop hari ini berakar langsung pada inovasi yang Jackson ciptakan di tahun 1980-an.
RIIZE, grup powerhouse generasi baru dari SM Entertainment, membawa energi khas mereka ke acara tersebut. Grup beranggotakan tujuh orang ini telah membangun momentum yang kuat setelah setahun aktivitas yang padat dan dipandang sebagai salah satu bintang paling bersinar dalam K-pop generasi keempat. Kehadiran mereka di premiere selaras dengan reputasi RIIZE dalam menghormati warisan musik sembari menempa identitas mereka yang khas.
Ni-ki, anggota asal Jepang dari ENHYPEN yang menonjol berkat teknik tarinya yang luar biasa, juga menjadi wajah penting malam itu. Ni-ki kerap menekankan pentingnya menguasai gaya tari dasar — dan sedikit yang lebih sentral dalam tari modern daripada katalog gerakan Michael Jackson.
Eunhyuk dan Shindong dari Super Junior, veteran yang mewakili generasi idol Korea kedua, memberi makna berbeda bagi acara tersebut. Mereka adalah artis yang aktif berkarya dan dibentuk oleh industri ini di masa ketika pengaruh Jackson paling langsung terasa. Kehadiran mereka menegaskan betapa luasnya rentang generasi yang dicakup oleh film ini.
Park Nam-jeong: Michael Jackson Asli Korea
Mungkin kehadiran yang paling sarat makna simbolis adalah Park Nam-jeong — penyanyi dan penari veteran yang puluhan tahun lalu mendapat julukan "Michael Jackson-nya Korea" berkat kemampuannya yang menakjubkan dalam mereplikasi gerakan khas Jackson. Park adalah pelopor yang membantu memperkenalkan gaya performa ala Jackson kepada penonton pop Korea di awal 1990-an, sehingga kehadirannya di premiere biopic ini menjadi momen lingkaran penuh dengan resonansi emosional yang nyata.
Karier Park Nam-jeong mencerminkan garis sambungan langsung dari inovasi Jackson hingga ekosistem K-pop saat ini. Kehadirannya di premiere mengingatkan kita bahwa pengaruh yang dihormati malam itu bukanlah sesuatu yang abstrak — ia memiliki nama, memiliki sejarah, dan memiliki dimensi yang sangat Korea.
Yang Bisa Diharapkan Penonton Korea
Michael tayang di Korea pada 13 Mei 2026, didistribusikan oleh Universal Pictures. Film ini diperkirakan tampil kuat di box office domestik, terutama di kalangan penonton yang tumbuh besar dengan musik Jackson dan mereka yang mengenalnya melalui kebangkitan chart saat ini. Film ini bersaing dalam jadwal yang padat bersama beberapa judul lain termasuk film genre Korea yang ditunggu-tunggu, Gunche, namun kombinasi nostalgia dan kualitas artistik yang otentik memberi biopic ini fondasi yang kokoh.
Bagi penggemar K-pop, premiere ini menawarkan persimpangan yang langka: dua tradisi hiburan yang paling signifikan secara budaya dalam sejarah modern — warisan pop Amerika dan industri idol Korea — berada dalam satu ruangan, berbagi kekaguman yang tulus satu sama lain. Baik kamu penggemar setia Jackson maupun penggemar K-pop yang penasaran dari mana artis favoritmu mengambil inspirasi, Michael tayang mulai 13 Mei dan siap memberikan beberapa jawabannya.
Film yang Langsung Berbicara kepada DNA K-Pop
Salah satu dimensi yang menghubungkan biopic Michael Jackson langsung dengan budaya pop Korea adalah konsep performa itu sendiri. Di tahun 1980-an, Michael Jackson secara efektif menemukan gagasan bahwa idol performer harus menjadi entertainer yang utuh — bukan hanya penyanyi, melainkan penari, seniman visual, dan pendongeng melalui gerakan. Koreografi kelompok yang tersinkronisasi, formasi yang presisi, filosofi bahwa penampilan harus semenarik secara visual seperti halnya secara musikal — semuanya dapat ditelusuri ke template yang dibangun Jackson dan Jackson 5.
Bagi RIIZE, yang identitasnya dibangun sebagian besar di atas gagasan performa sebagai sebuah keahlian, film ini memiliki resonansi khusus. SM Entertainment telah lama menjadi salah satu label Korea yang paling eksplisit dalam mengakui utangnya kepada Michael Jackson, dan grup ini mewarisi tradisi tersebut. Ni-ki dari ENHYPEN, yang latar belakangnya dalam tari kompetitif membuatnya berada dalam posisi unik untuk memahami kosakata fisik Jackson, pernah berbicara dalam wawancara tentang mempelajari gaya tari dasar dari sejarah pop Amerika.
Kehadiran Park Nam-jeong adalah jembatan yang paling jelas. Di akhir 1980-an dan awal 1990-an, Park menampilkan koreografi Jackson kepada penonton Korea yang saat itu masih terbatas aksesnya terhadap karya aslinya — bagi banyak penggemar, Park Nam-jeong adalah orang pertama yang membuat mereka melihat langsung bagaimana moonwalk itu dilakukan. Kehadirannya di premiere bukan sekadar simbolis; itu adalah sejarah. Rantai dari Jackson ke budaya pop Korea hingga K-pop kontemporer mengalir melalui sosok seperti Park Nam-jeong, dan keberadaannya di ruangan itu membuat rantai tersebut menjadi nyata dan terlihat.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar