KAWS Melakukan Debut di Museum Seoul — Para Bintang BTS Telah Menjadi Penggemar Setia Sejak Lama

Seorang seniman yang karakter bermata X miliknya telah muncul pada sampul album anggota BTS, J-Hope, dan mengisi koleksi seni pribadi RM, kini tengah menghadirkan pameran solo pertamanya di sebuah museum Korea — dan momentum ini sangat tepat bagi para penggemar yang sangat ingin melihat karya-karya tersebut secara langsung.
KAWS, seniman berbasis di Brooklyn yang lahir dengan nama Brian Donnelly, membuka pameran "Friends, and Neighbors" di Space K Seoul di Gangseo-gu pada 23 Juli, dengan pameran ini berlangsung hingga 27 Desember 2026. Pameran ini menampilkan lebih dari 20 lukisan dan patung baru, serta menandai pertama kalinya KAWS menyelenggarakan presentasi solo khusus di dalam institusi galeri Korea. Bagi seorang seniman yang jejak budayanya di Korea terus berkembang secara stabil selama bertahun-tahun, pameran ini terasa seperti sebuah kehadiran yang telah lama dinantikan.
Dari Grafiti ke Galeri Global: Siapakah KAWS?
KAWS memulai kariernya pada awal 1990-an dengan mengubah iklan halte bus dan papan reklame di seluruh New Jersey dan New York. Bekerja pada malam hari dan tanpa izin, ia akan mengambil karakter kartun yang familier — Bart Simpson, Mickey Mouse, para Smurfs — dan menggambar ulang mereka dengan mata berbentuk X yang khas serta struktur wajah menyerupai tengkorak. Modifikasi tersebut cukup halus sehingga para komuter mungkin akan menoleh dua kali, namun cukup mencolok untuk segera dikenali setelah Anda mengetahui apa yang harus dicari.
Seiring berjalannya waktu, apa yang bermula sebagai intervensi jalanan secara gerilya berevolusi menjadi salah satu praktik seni yang paling sukses secara komersial maupun kritis dalam tiga dekade terakhir. KAWS berpindah dari dinding ke galeri, dari galeri ke rumah lelang, dan dari rumah lelang kembali ke jalanan serta stadion — sering kali mengaburkan batasan di antara setiap konteks tersebut. Pada tahun 2019, karyanya "The KAWS Album" (2005), sebuah reinterpretasi lukisan klasik yang seluruhnya dipenuhi oleh karakter-karakternya, terjual di Sotheby's Hong Kong seharga kurang lebih 14,8 juta USD — salah satu harga tertinggi yang pernah tercatat untuk salah satu karyanya.
Praktik seninya kini mencakup lukisan cat minyak pada kanvas besar, figur vinil edisi terbatas, patung perunggu dan aluminium, kolaborasi mode, serta instalasi luar ruangan skala besar. Ia telah bekerja sama dengan Nike, Dior, Uniqlo, dan deretan musisi, namun ia secara konsisten membingkai semua proyek ini sebagai ekspresi dari dorongan artistik yang sama, alih-alih sebagai usaha komersial yang terpisah. "Apakah itu lukisan, patung, proyek komersial, atau sebuah produk — semuanya adalah saluran untuk mengekspresikan apa yang saya buat," ujarnya kepada wartawan menjelang pembukaan di Seoul. "Saya ingin orang-orang melihat gambaran yang lebih besar dari apa yang saya lakukan."
BTS dan KAWS: Ikatan Kreatif yang Terjalin Mendalam
Bagi audiens Korea, KAWS bukanlah nama yang baru — dan sebagian besar dari keakraban tersebut berasal dari BTS. RM, pemimpin grup tersebut sekaligus salah satu kolektor seni paling profil tinggi di Korea, telah berbicara secara terbuka mengenai apresiasinya terhadap karya KAWS dan dikenal memiliki beberapa figur seni miliknya. Antusiasme publik RM terhadap seni kontemporer telah membimbing banyak penggemar menuju seniman dan pameran yang mungkin tidak akan mereka temui sebelumnya, dan KAWS menjadi salah satu pihak yang menerima manfaat dari perhatian tersebut.
Koneksi kreatif ini menjadi lebih langsung pada tahun 2022, ketika J-Hope berkolaborasi dengan KAWS untuk sampul album solo pertamanya, "Jack in the Box." Karya seni tersebut menempatkan karakter-karakter KAWS dalam sebuah komposisi yang mencerminkan tema album mengenai refleksi diri dan transformasi. Kolaborasi ini menarik perhatian signifikan baik di dalam maupun di luar lingkaran K-pop, dan sampul yang dihasilkan tersebut kemudian ditampilkan dalam pameran khusus KAWS di Art Gallery of Ontario — salah satu dari tiga institusi seni terbesar di Kanada — pada tahun 2023. Fakta bahwa sampul album debut solo seorang idola Korea berakhir dipajang di museum internasional ternama merupakan bukti betapa dalamnya dunia K-pop dan seni kontemporer telah saling terjalin.
Sejarah ini memberikan resonansi khusus bagi "Friends, and Neighbors" bagi para penggemar Korea yang telah mengikuti KAWS melalui lensa BTS. Pameran di Space K Seoul ini menawarkan kesempatan untuk menikmati karyanya bukan melalui figur vinil di atas rak atau sampul album di layar ponsel, melainkan dalam pengaturan museum — tepat di tempat karya tersebut memang dimaksudkan untuk dilihat secara utuh.
Ketika Teman Mulai Bertengkar: Apa yang Baru dalam Pameran Ini
Penggemar setia KAWS akan menyadari sesuatu yang berbeda dari karya-karya baru yang dipamerkan. Karakter-karakternya — COMPANION (figur berwajah tengkorak yang telah menjadi kreasi paling ikoniknya), CHUM (figur menyerupai Michelin man yang namanya secara harfiah berarti "teman"), dan ACCOMPLICE (pendamping bertelinga kelinci) — biasanya muncul dalam pose kedekatan yang tenang: saling bersandar, saling menggendong, atau sekadar duduk dalam keheningan yang kontemplatif. Register emosional dari karya-karya ini sering kali digambarkan sebagai melankoli yang lembut — sebuah representasi visual tentang koneksi dan isolasi yang berdampingan dalam kehidupan modern.
Dalam "Friends, and Neighbors," dinamika telah berubah. Karakter-karakter di dalamnya kini berada dalam konflik. Mereka saling mencengkeram, mendorong, dan menarik ke arah yang berlawanan. Patung utama yang berjudul "NECK AND NECK" menggambarkan dua versi CHUM yang terjebak dalam pergulatan fisik — tidak ada yang unggul, tidak ada pula yang melepaskan. Di belakangnya, sebuah lukisan akrilik besar berjudul "Red Ball" memperlihatkan dua karakter di sebuah taman bermain, melayang di ruang antara bermain dan konfrontasi, dengan sebuah bola merah yang terletak di antara mereka sebagai objek ambigu dari ketegangan tersebut.
KAWS menyatakan bahwa pergeseran ini mencerminkan sesuatu yang ia amati dalam hubungan di sekitarnya — mulai dari persahabatan pribadi, perselisihan antar tetangga, hingga pola konflik global. Ia menyebut anak-anaknya, yang berusia sembilan dan dua belas tahun, sebagai sumber inspirasi, seraya mencatat bagaimana perselisihan kecil di antara anak-anak dapat dengan cepat meningkat menjadi sesuatu yang terasa jauh lebih besar. "Perilaku karakter-karakter ini tidak berubah secara fundamental," jelasnya. "Dinamika ini selalu ada di sana."
Pameran ini tidak berlama-lama dalam konflik. Karya-karya lain dalam pertunjukan ini menggeser suhu emosional kembali menuju sesuatu yang lebih reflektif. "Looking Far" menempatkan COMPANION sendirian di atas sebuah alas, menatap ke kejauhan dengan kesendirian yang terasa kontemplatif alih-alih penuh keputusasaan. "Measuring Shadow" menampilkan ACCOMPLICE yang sedang mengukur bayangannya sendiri di tanah — sebuah citra yang tenang, aneh, dan hampir absurd yang memberikan kepuasan bagi mereka yang menghabiskan waktu di depannya.
Sebuah lukisan triptych besar berjudul "Healing" (치유), yang diselesaikan pada tahun 2025, menampilkan sekelompok sosok dalam sebuah kelas seni, di mana masing-masing dengan bangga mengangkat kanvas mereka sendiri seolah-olah sedang mempersembahkan sesuatu yang bersifat pribadi kepada dunia. KAWS memandang adegan ini sebagai ekspresi tentang bagaimana pemulihan dapat dimulai melalui tindakan berbagi — menciptakan sesuatu untuk dilihat orang lain alih-alih menyimpannya secara privat. Secara keseluruhan, karya-karya dalam eksibisi ini menelusuri sebuah alur dari ketegangan dan konflik, melalui kesendirian, dan akhirnya, menuju kemungkinan restorasi.
Dari Danau Seokchon ke Galeri Museum: Sejarah Panjang KAWS dengan Korea
KAWS telah menjadi bagian dari kesadaran publik Korea selama lebih dari satu dekade. Pada tahun 2018, sebuah patung tiup COMPANION yang masif — dengan tinggi sekitar 28 meter — dipasang di Danau Seokchon di Seoul, menarik kerumunan besar selama beberapa minggu dan memicu gelombang liputan di media sosial. Instalasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian karya publik luar ruangan yang lebih luas yang telah ditempatkan KAWS di berbagai kota di seluruh dunia, namun sambutan terhadapnya di Seoul terasa sangat hangat.
Sejak saat itu, figur KAWS edisi terbatas dan kolaborasi dengan merek-merek global tetap populer secara konsisten di pasar ritel Korea, dan namanya telah menjadi akrab bagi generasi Korea yang mungkin belum pernah menginjakkan kaki di galeri seni kontemporer. Koneksi dengan BTS telah mempercepat keakraban ini secara signifikan, terutama di kalangan audiens muda yang menemukan karyanya melalui antusiasme grup tersebut terhadap seni.
"Friends, and Neighbors" merepresentasikan jenis keterlibatan yang berbeda. Alih-alih berupa satu objek luar ruangan berukuran besar atau peluncuran produk kolaborasi, ini adalah pengalaman galeri imersif yang dirancang untuk menunjukkan seluruh cakupan apa yang dilakukan KAWS sebagai seorang seniman. Lebih dari 20 karya yang dipamerkan mencakup kanvas, perunggu, dan patung skala besar, dan pameran ini telah disusun untuk menciptakan sebuah perjalanan naratif, bukan sekadar rangkaian objek individual. Space K Seoul, yang telah memantapkan dirinya sebagai salah satu tempat pameran paling progresif di kota tersebut, menyediakan latar yang selaras dengan ambisi dari karya-karya tersebut.
Mengapa Pameran Ini Menjadi Penting Saat Ini
Waktu peluncuran "Friends, and Neighbors" beririsan dengan beberapa arus dalam kehidupan budaya Korea. Para anggota BTS telah kembali dari wajib militer sepanjang tahun 2025 dan 2026 — sebuah proses yang membuat grup tersebut dan para anggotanya tetap menjadi pusat perhatian publik bahkan selama periode pengurangan aktivitas. Reputasi RM sebagai kolektor yang pemikir dan berwawasan luas telah berkembang selama periode ini, dengan kunjungan-kunjungannya ke museum dan galeri internasional yang secara rutin diliput oleh media. Sebuah pameran oleh seniman yang telah ia dukung secara terbuka hadir pada saat audiens Korea sedang sangat reseptif terhadap jenis rekomendasi budaya semacam itu.
Secara lebih luas, posisi Seoul sebagai pusat seni kontemporer telah menguat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Galeri internasional dan pameran museum semakin memilih Korea sebagai pasar prioritas, dan audiens untuk seni kontemporer yang serius telah meluas melampaui kelas kolektor tradisional. KAWS, yang selalu menempati ruang di antara seni murni dan budaya populer, berada pada posisi yang tepat untuk menjangkau kerumunan pengunjung galeri maupun audiens penggemar yang jauh lebih besar yang mengenal karakter-karakternya melalui K-pop dan streetwear.
"Friends, and Neighbors" dibuka pada 23 Juli dan akan terus berlangsung hingga 27 Desember 2026, bertempat di Space K Seoul di Gangseo-gu. Detail mengenai tiket masuk tersedia di situs web Space K Seoul. Baik Anda datang sebagai pengikut setia karier KAWS, penggemar BTS yang penasaran dengan seni di balik sampul album, atau sekadar seseorang yang terpikat oleh mata berbentuk X tersebut — pameran ini menawarkan sesuatu yang layak untuk disaksikan dalam skala penuh, secara langsung, tepat seperti tujuan awal karya tersebut diciptakan untuk dinikmati.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar