Kim Jung-nan Ceritakan Kecintaannya pada ATEEZ di Radio Star

|6 menit baca0
Kim Jung-nan Ceritakan Kecintaannya pada ATEEZ di Radio Star

Kim Jung-nan mengubah sebuah klip pendek Radio Star menjadi pengingat tentang betapa terlihatnya fandom idola dewasa dalam industri hiburan Korea. Dalam sebuah video yang diunggah oleh MBC Entertainment pada 30 September 2026, aktris tersebut berbicara dengan hangat mengenai ATEEZ, menjelaskan bahwa musik grup tersebut sesuai dengan seleranya dan menghadiri salah satu konser mereka memberinya kepuasan yang mendalam.

Momen tersebut tidak berhenti sebagai sekadar anekdot acara bincang-bincang. Laporan Korea pada 1 Oktober menyebutkan bahwa Radio Star menempati peringkat pertama dalam slot waktu nasionalnya, dan adegan di mana Kim membahas kehidupannya sebagai penggemar yang sukses, termasuk kasih sayangnya terhadap ATEEZ dan permainan Diablo, mencapai rating menit puncak sebesar 4,4% menurut data Nielsen Korea yang dikutip oleh media lokal.

Respons tersebut memberikan makna hiburan K-pop yang lebih luas pada klip tersebut. Kim tidak sedang mempromosikan album baru atau tampil sebagai bagian dari kampanye idola. Ia berbicara sebagai penggemar lama yang seleranya melintasi generasi, mulai dari SHINee dan BTS hingga ATEEZ. Hasilnya adalah sebuah momen siaran yang memperlakukan fandom sebagai kebiasaan budaya yang nyata, alih-alih sekadar tren sesaat anak muda.

Kisah Konser ATEEZ Kim Jung-nan

Dalam klip MBC Entertainment, Kim menjelaskan bagaimana musik ATEEZ menarik perhatiannya karena warna distopia yang lebih gelap terasa berbeda dari grup lain. Ia mengatakan bahwa suara grup tersebut sesuai dengan seleranya, dan setelah sebelumnya menyebutkan ketertarikan tersebut pada kontennya sendiri, ia pun diundang ke konser ATEEZ. Reaksinya di Radio Star sangat jelas: ia merasa senang dapat hadir dan pulang dengan apa yang ia gambarkan sebagai pengalaman pertunjukan yang memuaskan hingga 200%.

Bagian terkuat dari percakapan tersebut adalah spesifisitasnya. Kim tidak berbicara tentang K-pop dengan istilah yang samar. Ia menunjuk pada warna musikal ATEEZ, berbicara tentang preferensinya terhadap beberapa lagu lama meskipun lagu-lagu baru sedang tren, dan menunjukkan jenis riwayat mendengarkan yang dapat langsung dikenali oleh para penggemar. Itulah sebabnya momen tersebut terasa kurang seperti obrolan ringan selebriti dan lebih seperti seorang penggemar yang menjelaskan mengapa sebuah grup tetap melekat di hatinya.

Park Mi-sun juga muncul dalam segmen tersebut sebagai seseorang yang seleranya serupa dengan Kim, dan keduanya ditampilkan sebagai teman yang dapat memahami bahasa penggemar satu sama lain. Pertukaran ide mereka memberikan energi yang santai pada klip tersebut. Alih-alih membingkai fandom idola sebagai sesuatu yang tidak biasa bagi penghibur ternama, percakapan tersebut memperlakukannya sebagai bagian dari minat sehari-hari mereka, berdampingan dengan animasi, permainan, dan rekomendasi bersama.

Nada tersebut sangatlah penting. Fandom K-pop sering kali dilaporkan melalui angka penjualan rekaman, pencapaian tangga lagu, dan metrik daring, namun cuplikan Radio Star menunjukkan lapisan lain: penonton usia tua dan penghibur profesional yang mengonsumsi musik idola sebagai penggemar, menghadiri konser, dan mengikuti perkembangan identitas grup. Bagi ATEEZ, dibahas dalam konteks tersebut mencerminkan bagaimana grup ini telah membangun ciri khas musikal yang dapat dikenali melampaui basis penggemar inti mereka.

Momen Puncak Rating untuk Radio Star

Detail rating memberikan bobot terukur pada berita ini. Laporan dari BNT News dan iMBC menyebutkan bahwa episode Radio Star tanggal 30 September, yang menampilkan Park Mi-sun, Kim Jung-nan, Kim Sae-rom, dan Kim Su-mi, menempati peringkat pertama dalam slot waktu nasionalnya. Menit dengan rating tertinggi adalah segmen saat Kim terbuka mengenai kehidupan penggemarnya yang sukses, termasuk kisah konser ATEEZ dan anekdot terpisah tentang menerima perisai berukir namanya dari perusahaan di balik Diablo.

Puncak rating sebesar 4,4% bukan sekadar angka untuk performa siaran. Hal ini menunjukkan bahwa penonton merespons perpaduan antara ketulusan, humor, dan kefasihan budaya. Kisah Kim menggabungkan beberapa identitas sekaligus: aktris yang dihormati, teman lama, penggemar gim, penggemar idola, dan tamu televisi. Kombinasi tersebut membuat segmen tersebut terasa lebih bertekstur dibandingkan pengakuan standar dalam acara varietas.

Episode tersebut juga menyertakan percakapan yang lebih personal, termasuk pembahasan Park Mi-sun mengenai pengobatan kanker yang dijalaninya dan Kim yang berbicara tentang operasi masa lalunya serta dukungan yang ia terima dari Park. Bagian-bagian tersebut memberikan kedalaman emosional pada siaran tersebut, sementara kisah-kisah penggemar memberikan sudut pandang yang lebih ringan namun tetap bermakna tentang bagaimana para tamu menemukan kegembiraan, koneksi, dan pemulihan melalui budaya.

Bagi pembaca internasional, klip ini juga merupakan gambaran yang berguna mengenai daya tarik Radio Star yang telah berlangsung lama. Program ini sering kali bekerja paling baik ketika tamu selebriti beralih di antara tawa dan pengungkapan jujur tanpa membuat salah satu mode tersebut terasa dipaksakan. Cerita Kim tentang ATEEZ sesuai dengan pola tersebut: lucu, spesifik, dan mengungkapkan banyak hal, namun juga menyampaikan sesuatu tentang kenyamanan yang ditemukan orang dalam musik dan komunitas penggemar.

Mengapa Penyebutan ATEEZ Ini Beresonansi

ATEEZ telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun identitas di sekitar performa yang intens, pembangunan dunia yang dramatis, dan suara yang sering kali lebih gelap dan lebih sinematik daripada musik pop arus utama yang cerah. Deskripsi Kim tentang ketertarikannya pada warna khas tersebut selaras dengan bagaimana banyak penggemar membicarakan grup tersebut. Ia tidak sekadar mengatakan bahwa ia menyukai sebuah grup idola; ia sedang mengidentifikasi atmosfer musikal yang membuat mereka tampil berbeda.

Pengakuan semacam itu sangat berharga karena penyebarannya berbeda dari pujian promosi biasa. Ketika seorang aktor yang dikenal oleh penonton televisi umum menjelaskan mengapa musik sebuah grup sesuai dengan seleranya, komentar tersebut dapat menjangkau penonton yang mungkin tidak mengikuti K-pop secara intensif. Hal ini memberikan titik masuk bagi mereka: tidak setiap pendengar harus mengetahui seluruh narasi atau diskografi untuk memahami bahwa ATEEZ memiliki identitas yang kuat dan mudah dikenali.

Momen tersebut juga menormalisasi fandom lintas generasi. Laporan Korea mencatat bahwa Kim telah mengikuti idola dari berbagai era, termasuk SHINee, BTS, dan ATEEZ. Perkembangan tersebut mencerminkan cara banyak penggemar bergerak di dunia K-pop: mereka menemukan satu grup, terus mendengarkan, lalu menemukan artis baru seiring perubahan industri. Alih-alih mengganti satu fandom dengan fandom lainnya, mereka membangun peta pribadi yang terdiri dari musik, pertunjukan, dan kenangan.

Bagi ATEEZ, klip tersebut menawarkan sinyal budaya yang kecil namun bermanfaat. Grup ini tidak hanya ditonton oleh fandom inti mereka; mereka juga disebut dalam program televisi hiburan arus utama oleh seorang tokoh publik yang dapat menjelaskan mengapa musik mereka cocok bagi dirinya. Di tengah pasar idola yang padat, pengakuan organik semacam itu dapat menjadi sama pentingnya dengan penampilan promosi formal.

Segmen Radio Star tersebut pada akhirnya berhasil karena terasa sangat nyata. Kim Jung-nan terdengar seperti seseorang yang benar-benar mendengarkan, menghadiri konser, dan mengingat apa yang menyentuh hatinya. Fakta bahwa penonton memberikan respons yang cukup kuat hingga membuat adegan tersebut menjadi menit dengan rating tertinggi dalam episode itu menunjukkan bahwa audiens siap melihat fandom diperlakukan dengan kehangatan, alih-alih dengan jarak.

Saat klip tersebut beredar di YouTube, hal ini memberikan momen yang dapat dibagikan baik bagi Radio Star maupun penggemar ATEEZ. Ini adalah sebuah percakapan acara varietas, sebuah sorotan rating, dan sebuah potret kecil tentang bagaimana fandom K-pop dapat melintasi batas usia, profesi, dan genre. Itulah sebabnya beberapa menit Kim Jung-nan berbicara tentang ATEEZ menjadi lebih dari sekadar anekdot selebriti: hal itu menjadi contoh nyata tentang posisi fandom di dalam budaya hiburan Korea sehari-hari.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Seung Jung
Seung Jung

Senior Entertainment Correspondent · KEnterHub

Senior entertainment correspondent with a wide-angle view of Korean show business. Seung Jung covers celebrity news, variety television and award season, and writes the interviews and features that connect individual stories to the larger currents of Korean entertainment.

Celebrity NewsVariety ShowsAward ShowsInterviewsKorean Entertainment Industry

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait