Aktor Korea yang Menyimpan 150 Juta Won di Dompetnya
Lee Chang-hoon berbagi kisah mobil sport, honor dibayar di muka, dan rumah untuk sang ibu di era kejayaan tahun 1990-an

Ketika aktor veteran Korea Selatan Lee Chang-hoon tampil dalam program varietas MBN Your Sick Side pada tanggal 26 Juli, ia mengungkapkan sebuah potongan sejarah pribadi yang membuat seluruh panel terdiam: di puncak kariernya pada tahun 1990-an, ia rutin membawa cek senilai 150 juta won — atau sekitar $110.000 USD — di dalam dompetnya. Bukan di bank. Bukan di brankas. Melainkan di dalam dompetnya.
“Saya hanya terlalu sibuk untuk pergi ke bank,” jelas Lee dengan kejujuran yang khas. Alasannya, tambahnya, adalah karena produksi iklan membayar talenta papan atas mereka secara langsung dengan cek — dan angka yang terlibat sangatlah mencengangkan. “Cek terbesar yang saya ingat adalah 78 juta won,” katanya, merujuk pada pembayaran satu pemotretan iklan dari sekitar 30 tahun yang lalu. “Saat itu, angka itulah yang berlaku.”
Pria yang Menguasai Gangnam dengan Supercar
Selama tahun-tahun puncaknya pada pertengahan hingga akhir 1990-an, Lee Chang-hoon bukan sekadar nama yang dikenal luas dalam drama Korea — ia adalah simbol kesuksesan. Dikenal di seluruh industri sebagai “Gangnam big spender” (강남 큰손), ia adalah salah satu dari hanya dua selebriti Korea pada masa itu yang mengendarai supercar. Yang lainnya, ia catat dalam program tersebut, adalah komedian Yoon Jung-soo — yang kebetulan duduk tepat di sebelahnya sebagai pembawa acara di acara yang sama. Momen tersebut memancing tawa dan nostalgia dari penonton di studio.
“Dulu, setiap kali ada mobil sport yang melintas di Gangnam, orang-orang akan berkata bahwa pengemudinya adalah Yoon Jung-soo atau saya,” kenang Lee sambil tersenyum. Gambaran yang terpapar adalah era keemasan dalam industri hiburan Korea — masa ketika aktor papan atas mendapatkan kompensasi layaknya bangsawan, pembayaran tiba dalam bentuk cek fisik yang diserahkan langsung di lokasi syuting, dan Gangnam baru saja memulai pendakian panjangnya selama beberapa dekade sebagai simbol kemakmuran Korea Selatan.
Lee Chang-hoon memulai debutnya melalui audisi bakat publik MBC pada tahun 1989 dan secara bertahap membangun reputasi sebagai salah satu aktor melodrama terkemuka di Korea. Ia berbagi layar dengan bintang-bintang termasuk Kim Hee-sun, Lee Young-ae, Ko So-young, dan Song Hye-kyo selama masa awal karier mereka, yang membuatnya mendapatkan julukan penuh kasih “melodrama master” (멜로 장인) di kalangan penggemar maupun rekan sejawat di industri.
Kontrak yang Mengubah Segalanya: 100 Episode, Dibayar di Muka
Sumber kekayaan luar biasa Lee selama periode tersebut bermuara pada satu kesepakatan bersejarah. Ketika ia bertransisi menjadi aktor eksklusif KBS, ia menegosiasikan kontrak berdurasi 11 tahun yang mencakup 100 episode drama — dan berhasil mengamankan hak untuk menerima seluruh biaya penampilan di muka, bahkan sebelum satu episode pun ditayangkan.
“Mereka membayar seluruh biaya untuk 100 episode di muka,” ungkap Lee kepada panel juri yang tampak terpana. Praktik tersebut, jelasnya, merupakan pengaturan kompetitif yang dikhususkan bagi nama-nama terbesar di era tersebut: jaringan televisi bertarung dengan sengit demi talenta papan atas, dan pembayaran di muka secara sekaligus merupakan salah satu instrumen utama yang digunakan untuk mengunci kesepakatan eksklusif.
Di era sebelum transfer bank elektronik menjadi standar dalam industri hiburan Korea Selatan, setiap transaksi dilakukan secara langsung. Cek diterbitkan di lokasi syuting dan diserahkan segera setelah proses pengambilan gambar selesai. Ini berarti pada minggu apa pun selama masa kejayaannya, Lee mungkin menerima satu cek senilai puluhan juta won dan cukup menyelipkannya ke dalam dompet bersama cek-cek lain yang sudah ada di sana. “Saya syuting begitu terus-menerus sehingga saya tidak pernah memiliki waktu luang untuk menyetorkan apa pun,” jelasnya. Hasilnya adalah sebuah dompet yang pada waktu tertentu membawa cek dengan nilai sekitar 150 juta won.
Hal yang Ia Lakukan dengan Uang Tersebut yang Menggerakkan Hati Semua Orang
Di tengah cerita tentang mobil super dan dompet yang penuh, ada sebuah momen yang lebih tenang yang paling beresonansi dengan para penonton. Lee Chang-hoon mengungkapkan bahwa meskipun membawa uang tunai dalam jumlah yang luar biasa, penggunaan paling bermakna dari penghasilannya di masa kejayaan adalah membelikan rumah untuk ibunya.
Pengungkapan tersebut memberikan kesan yang berbeda dibandingkan dengan detail-detail yang lebih mencolok. Dalam budaya Korea, membelikan rumah untuk orang tua tetap menjadi salah satu bentuk ekspresi tertinggi dari bakti anak kepada orang tua — sebuah tindakan nyata dan permanen sebagai wujud rasa terima kasih yang melampaui pembelian barang mewah apa pun. Bagi para penggemar yang tumbuh besar menyaksikan Lee dalam melodrama keluarga, citra superstar yang saat itu masih muda dalam mengamankan masa depan ibunya secara diam-diam memberikan dimensi kedalaman pada sebuah cerita yang jika tidak demikian, mungkin hanya akan menjadi sekadar tontonan belaka.
Panel dalam acara Your Sick Side — termasuk Yoon Jung-soo sendiri — merespons dengan emosi yang terlihat jelas. “Bahkan orang-orang dengan pengeluaran terbesar sekalipun biasanya tidak membawa uang tunai sebanyak itu di dompet mereka,” ujar Yoon Jung-soo, menekankan betapa tidak biasanya situasi Lee bahkan menurut standar elit industri hiburan.
Sekilas Tentang Masa Keemasan Industri Hiburan Korea yang Telah Berlalu
Apa yang membuat pengungkapan Lee Chang-hoon sangat menarik adalah apa yang mereka ungkapkan mengenai lanskap hiburan Korea pada tahun 1990-an — sebuah periode yang tetap dianggap mitos dalam industri tersebut, namun jarang dibahas secara mendalam dalam detail finansial yang konkret.
Era 1990-an merepresentasikan masa keemasan pertama bagi televisi Korea. Stasiun penyiaran KBS, MBC, dan SBS bersaing secara intensif demi memperebutkan penonton dan talenta. Drama-drama pada masa itu secara rutin menarik rating penonton yang jika diukur dengan standar saat ini akan dianggap luar biasa, dan para aktor yang membintanginya menerima kompensasi yang setara. Jaringan televisi menandatangani kontrak eksklusif dengan nama-nama besar dan membayar uang muka dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya guna mencegah rival membajak daya tarik utama mereka.
Dalam lingkungan tersebut, Lee Chang-hoon termasuk di antara penampil dengan bayaran tertinggi di negara tersebut. Fakta bahwa ia menerima biaya untuk 100 episode dalam satu kali pembayaran — dan kemudian terus mengumpulkan cek dari pekerjaan iklan lebih cepat daripada kemampuannya untuk menyetorkannya — menunjukkan sebuah model kompensasi yang kini tidak lagi eksis dalam bentuk yang sama. Saat ini, industri hiburan Korea Selatan telah terintegrasi secara global, dengan platform streaming, produksi bersama internasional, dan sistem pembayaran digital yang telah mengubah cara talenta diberikan kompensasi.
Namun bagi penonton yang tumbuh besar di era tersebut, kisah-kisah yang dibagikan Lee dalam Your Sick Side berfungsi sebagai pengingat nyata tentang betapa mewahnya dunia hiburan Korea di masa lalu. Ledakan drama tahun 1990-an bukan sekadar fenomena budaya — melainkan sebuah fenomena ekonomi, dan Lee Chang-hoon berada tepat di pusatnya.
Masih Aktif, Masih Bercerita
Kini di usianya yang memasuki akhir 50-an, Lee Chang-hoon tetap aktif di dunia hiburan Korea, tampil baik dalam produksi drama maupun program varietas. Kesediaannya untuk berbagi detail di balik layar masa kejayaannya — mulai dari cek, mobil super, hingga dompet yang lebih tebal daripada sebagian besar gaji bulanan — mencerminkan kenyamanan terhadap warisan pribadinya yang hanya muncul seiring berjalannya waktu dan relevansi yang terus terjaga.
Penampilan di Your Sick Side mengingatkan penonton bahwa beberapa kisah hiburan Korea yang paling abadi bukan milik generasi terbaru aktor-idol, melainkan milik para veteran yang membangun fondasi industri ini melalui satu demi satu drama blockbuster. Bagi Lee Chang-hoon, dompet berisi 150 juta won tersebut sebenarnya bukan tentang uang. Itu adalah produk sampingan dari kehidupan yang dihabiskan dengan bekerja sangat keras hingga tidak ada waktu tersisa untuk membelanjakannya — sampai tiba waktunya untuk memberikan sebagian dari uang tersebut kepada orang yang paling berarti.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Senior Entertainment Correspondent · KEnterHub
Senior entertainment correspondent with a wide-angle view of Korean show business. Seung Jung covers celebrity news, variety television and award season, and writes the interviews and features that connect individual stories to the larger currents of Korean entertainment.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar