Lee Young-ae Menangis Saat Bertemu Kembali dengan Dae Jang Geum Setelah 22 Tahun

Aktris legendaris yang mengukir sejarah hallyu ini mengungkapkan bahwa ia terharu hingga menangis saat bertemu kembali dengan karakter ikonik yang mengubah hidupnya

|6 menit baca0
Lee Young-ae Menangis Saat Bertemu Kembali dengan Dae Jang Geum Setelah 22 Tahun

Beberapa reuni membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun untuk terwujud. Bagi Lee Young-ae, momen ketika ia berhadapan langsung dengan Dae Jang Geum — karakter yang menjadikannya nama yang dikenal di seluruh Asia dan membantu meluncurkan Gelombang Korea — setelah 22 tahun, emosi pun tak terbendung. Aktris yang dicintai ini mengaku terharu hingga menangis, mengungkapkan kepada para wartawan bahwa bertemu kembali dengan Jang Geum terasa seperti terhubung kembali dengan bagian dari dirinya yang sebenarnya tidak pernah ia tinggalkan.

Warisan yang Mendefinisikan Gelombang Korea

Ketika Lee Young-ae pertama kali mengenakan hanbok sebagai tabib kerajaan Jang Geum dalam drama MBC "Dae Jang Geum" (yang dikenal secara internasional sebagai "Jewel in the Palace") pada tahun 2003, baik ia maupun tim produksi tidak dapat memprediksi guncangan budaya yang akan mengikutinya. Drama sejarah berjumlah 54 episode ini tidak sekadar menjadi hit — melainkan sebuah fenomena yang secara fundamental mengubah arah hiburan Korea di panggung global.

"Dae Jang Geum" diekspor ke lebih dari 90 negara dan menjadi pintu gerbang bagi jutaan penonton di seluruh Asia, Timur Tengah, Afrika, dan berbagai penjuru dunia untuk pertama kali mengenal budaya Korea. Di negara-negara mulai dari Iran hingga Nigeria, drama ini memantik minat terhadap makanan, bahasa, dan tradisi Korea yang menjadi pondasi dari apa yang kemudian dikenal sebagai gelombang hallyu. Bagi banyak penggemar internasional, Lee Young-ae sebagai Jang Geum adalah aktris Korea pertama yang mereka kenal — dan ia tetap tak terlupakan.

Resonansi drama ini tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga sangat personal bagi para penonton. Kisah Jang Geum — seorang gadis yatim piatu yang menentang hierarki sosial untuk menjadi tabib perempuan pertama di istana kerajaan dalam sejarah Dinasti Joseon — beresonansi dengan tema-tema universal tentang ketekunan, bakat, dan penolakan untuk didefinisikan oleh keadaan kelahiran. Penampilan Lee Young-ae menghadirkan intensitas yang tenang pada peran tersebut, mengangkatnya jauh melampaui drama kolosal biasa.

Reuni yang Mengharukan

Ketika Lee Young-ae mengungkapkan bahwa ia merasa ingin menangis saat bertemu kembali dengan Jang Geum, hal itu mengungkap sesuatu yang mendalam tentang hubungan antara seorang aktris dan peran yang mendefinisikan kariernya. Selama 22 tahun, karakter tersebut tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas publiknya. Penggemar di seluruh dunia masih memanggilnya "Jang Geum" ketimbang nama aslinya — bukti nyata dari kesan tak terhapuskan yang ia tinggalkan dalam peran tersebut.

Reuni ini hadir di momen yang sangat bermakna dalam karier Lee Young-ae. Setelah bertahun-tahun tampil secara selektif, aktris berusia 55 tahun ini kembali ke layar kaca dengan semangat yang baru. Perannya dalam drama KBS2 "Eunsu Good Day" menandai kepulangannya ke drama akhir pekan KBS setelah 26 tahun absen, mengingatkan penonton mengapa ia mendapatkan gelar "aktris nasional Korea".

Lee Young-ae baru-baru ini juga menarik perhatian ketika terlihat di pasar tradisional Korea, memperlihatkan kehangatan dan kesederhanaan yang sama yang selalu membuatnya dicintai para penggemar sepanjang kariernya. Kontras antara status legendaris dan persona publiknya yang bersahaja justru semakin mempertebal kasih sayang yang dirasakan penonton Korea terhadapnya.

Dari Model Iklan Hingga Harta Nasional

Perjalanan Lee Young-ae di dunia hiburan dimulai pada tahun 1990 ketika ia debut sebagai model iklan. Selama beberapa dekade berikutnya, ia menyusun filmografi yang bagaikan mahakarya persinema dan pertelevisian Korea. Perannya dalam thriller peraih pujian Park Chan-wook, "Joint Security Area" (2000), memperlihatkan jangkauan aktingnya yang luar biasa, sementara "Spring Day" (2001) dan "Sympathy for Lady Vengeance" (2005) semakin mengukuhkannya sebagai salah satu pemeran paling serbaguna dan memikat di Korea.

Namun justru "Dae Jang Geum" yang mengangkatnya dari aktris yang dihormati menjadi ikon budaya. Kesuksesan drama tersebut memberinya pengakuan internasional dalam skala yang belum pernah dicapai oleh banyak aktor Korea sebelumnya — dan membuka pintu-pintu yang hingga kini tetap terbuka bagi generasi baru pemeran Korea yang berkarya di panggung hiburan global.

Pada tahun 2009, Lee Young-ae menikah dengan seorang pengusaha dan mundur dari sorotan publik untuk fokus pada keluarganya. Pendekatan selektifnya terhadap proyek-proyek sejak saat itu justru semakin meningkatkan antisipasi yang mengiringi setiap pengumuman baru, dengan para penggemar yang menyambut setiap peran yang dikonfirmasi sebagai peristiwa yang layak dirayakan.

Babak Baru bersama Warisan Dae Jang Geum

Koneksi sang aktris dengan warisan Dae Jang Geum kini memasuki fase baru. Fantagio telah mengonfirmasi produksi "Uinyeo Dae Jang Geum" (Dae Jang Geum Sang Tabib), sebuah drama sejarah berskala besar yang akan melihat Lee Young-ae kembali memerankan karakter yang terinspirasi dari tabib kerajaan legendaris tersebut. Meski tim produksi telah mengklarifikasi bahwa drama baru ini bukan sekuel langsung dari "Jewel in the Palace" — melainkan digambarkan sebagai fiksi baru berdasarkan tokoh sejarah — penunjukan Lee Young-ae membawa koneksi inheren yang tidak bisa sepenuhnya dipisahkan oleh pernyataan apa pun.

Proyek ini digambarkan sebagai salah satu produksi drama sejarah terbesar yang pernah dilakukan di Korea, dengan anggaran yang besar dan ruang lingkup yang ambisius. Pengambilan gambar dijadwalkan dimulai akhir tahun ini, dan ekspektasi pun sudah mulai terbangun di antara para penggemar yang telah menunggu lebih dari dua dekade untuk menyaksikan Lee Young-ae dalam latar kolosal yang mengingatkan pada peran yang membuatnya terkenal.

Bagi Lee Young-ae, bobot emosional dari kembali ke Dae Jang Geum — dalam bentuk apa pun — jelas sangat besar. Reaksinya yang penuh air mata saat reuni tersebut menunjukkan bahwa karakter ini memiliki makna baginya yang melampaui pencapaian profesional semata. Jang Geum bukan sekadar sebuah peran; ia adalah titik balik yang mengubah kariernya, mengangkat drama Korea ke ketenaran internasional, dan menciptakan warisan yang terus bergema lebih dari dua dekade kemudian.

Mengapa Reuni Ini Penting bagi Para Penggemar K-Drama

Reuni antara Lee Young-ae dan Dae Jang Geum membawa bobot simbolis yang melampaui satu aktris dan satu karakter. Ini mewakili hubungan antara asal-usul hallyu dan dominasi globalnya saat ini. Saat ini, drama Korea secara rutin menarik penonton internasional yang masif di platform streaming, namun justru serial seperti "Dae Jang Geum" yang membuktikan bahwa bercerita ala Korea mampu memikat penonton di mana pun di dunia.

Bagi para penggemar yang tumbuh besar menonton "Jewel in the Palace" — baik di Seoul, Jakarta, Kairo, maupun Nairobi — reuni penuh air mata Lee Young-ae dengan Jang Geum adalah pengingat akan momen pertama mereka jatuh cinta dengan hiburan Korea. Dan bagi generasi baru penggemar K-drama yang baru pertama kali menemukan karyanya, ini adalah undangan untuk menjelajahi akar dari fenomena budaya yang kini mereka rayakan.

Seperti yang mungkin akan dikatakan Lee Young-ae sendiri, ada ikatan yang terlalu dalam untuk dilemahkan oleh waktu. Setelah 22 tahun, Jang Geum masih memiliki kekuatan untuk mengharukan dirinya — dan melalui dirinya, jutaan penggemar di seluruh penjuru dunia.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Park Chulwon
Park Chulwon

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesGlobal K-Wave

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait