Meryl Streep Bilang Goh Hyun-jung “Sangat Cantik” — Internet Tak Bisa Berhenti

Aktris Korea itu menjamu Meryl Streep dan Anne Hathaway di channel YouTube-nya menjelang The Devil Wears Prada 2

|7 menit baca0
Meryl Streep Bilang Goh Hyun-jung “Sangat Cantik” — Internet Tak Bisa Berhenti

Ketika Goh Hyun-jung duduk berhadapan dengan aktris yang ia kagumi sepanjang kariernya, hal pertama yang dikatakan sang legenda Hollywood adalah bahwa ia sangat cantik. Momen itu, yang terekam di channel YouTube Goh Hyun-jung, menjadi detail yang tak henti-hentinya dibagikan oleh para penggemar.

Pertemuan ini berlangsung di Seoul, tempat Meryl Streep dan Anne Hathaway tiba untuk mempromosikan The Devil Wears Prada 2, sekuel yang telah lama ditunggu dari film klasik dunia mode tahun 2006 garapan David Frankel. Film ini tayang serentak di seluruh dunia pada 29 April 2026 — dan tur promosi Korea-nya mencakup pertemuan lintas budaya yang luar biasa, mempertemukan dua aktris ikonik Hollywood dengan salah satu aktris paling dihormati di dunia hiburan Korea.

Pertemuan yang Sudah Dua Dekade Dinantikan

Goh Hyun-jung adalah nama yang tak perlu pengenalan di dunia hiburan Korea. Sejak debut di awal 1990-an, ia telah menjadi salah satu figur paling dihormati di industri ini — dikenal atas ketepatannya dalam berakting, kehadirannya dalam drama-drama bersejarah, dan ketenangan bermartabat yang mengiringinya selama puluhan tahun kehidupan publik. Di channel YouTube-nya “Goh Hyun-jung,” yang ia gunakan untuk berbagi sekilas kehidupannya di antara proyek-proyek, ia mengumumkan pertemuan ini dalam video berjudul “Goh Hyun-jung Vlog 17.”

Video itu memperlihatkan Goh Hyun-jung menyambut Meryl Streep dan Anne Hathaway dalam sebuah pertemuan minum teh — dan kehangatan di ruangan itu sudah terasa sejak frame pertama. Begitu Meryl Streep melihat Goh Hyun-jung, ia langsung berkata, “Kamu sangat cantik,” sebuah pujian sederhana yang mencairkan segala kekakuan dan menentukan nada percakapan yang mengikutinya. Ini adalah kunjungan pertama Meryl Streep ke Korea, dan ia mengaku sudah merasa bersemangat hanya dengan memandang keluar jendela ke kota yang belum pernah ia lihat sebelumnya, berharap bisa kembali suatu hari untuk menjelajahinya dengan benar.

“Apakah ada aktor di dunia yang tidak mengagumi Meryl Streep? Dan Meryl Streep itu minum teh bersama saya. Saya pikir jantung saya akan berhenti. Ada begitu banyak hal yang ingin saya tanyakan, begitu banyak yang ingin saya pelajari. Matanya sangat hangat dan dalam. Bahkan sekarang, saya masih merasakan auranya bersama saya.” — Goh Hyun-jung

Warisan Film Asli dan Mengapa Sekuel Terasa Tepat

The Devil Wears Prada hadir pada 2006 dan seketika menjadi lebih dari sekadar film. Ia menjadi kiasan budaya — tentang ambisi di tempat kerja, brutalitas dunia mode, dan pilihan-pilihan sulit yang dibuat perempuan antara karier dan jati diri. Penggambaran Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, editor majalah yang angkuh, tetap menjadi salah satu penampilan yang paling banyak dibicarakan dalam kariernya. Andy Sachs karya Anne Hathaway pun seketika menjadi ikon.

Dua puluh tahun kemudian, gagasan untuk kembali ke karakter-karakter itu membawa risiko nyata — sekaligus makna yang sungguh-sungguh. Meryl Streep, berbicara dengan Goh Hyun-jung, menggambarkan pengalaman ini sebagai “benar-benar luar biasa.” Ia mengatakan belum pernah punya kesempatan untuk kembali ke sebuah peran dengan cara seperti ini, dan kesempatan untuk melihat ke mana karakter-karakter ini melangkah setelah satu generasi berlalu sungguh menggembirakan. “Film ini memiliki pengaruh luar biasa pada budaya global, melampaui Amerika,” katanya. “Jadi kembali dua puluh tahun kemudian dan menunjukkan bagaimana orang-orang ini menjalani hidup mereka — itu adalah hal yang benar-benar menarik untuk menjadi bagiannya.”

Anne Hathaway pun merasakan hal yang sama. Ia menggambarkan betapa ia tersentuh oleh surat-surat dan cerita-cerita dari penggemar yang menonton film aslinya saat kecil dan tumbuh besar untuk mengejar karier di jurnalisme atau mode berkat apa yang diwakili Andy Sachs. “Ketika saya mendengar cerita-cerita itu, saya tidak pernah menganggapnya enteng,” katanya. “Itu sangat berarti bagi saya.” Tentang skrip sekuel: “Saya belum yakin cerita apa yang harus diceritakan. Lalu saya membaca skripnya, dan saya merasa lega. Tim itu telah menciptakan sesuatu yang perlu, sesuatu yang cocok untuk momen ini. Bisa terasa nostalgis dan sepenuhnya baru pada saat yang sama.”

Goh Hyun-jung dan Anne Hathaway — Reuni yang Hangat

Hubungan antara Goh Hyun-jung dan Anne Hathaway tidak sepenuhnya baru. Keduanya pernah bertemu di New York tahun sebelumnya, dan sudah ada kehangatan di antara mereka ketika reuni di Seoul. Sebuah kebetulan kecil menambah keringanan suasana: sepatu yang dipakai Goh Hyun-jung adalah pasangan yang sama dengan yang dipakai Anne Hathaway saat penampilan Tokyo-nya — sebuah koneksi tidak disengaja yang keduanya perhatikan dan temukan menggemaskan.

Goh Hyun-jung, yang menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang cenderung pendiam dengan orang yang belum dikenalnya dengan baik, mengatakan keterbukaan Anne Hathaway membuatnya merasa nyaman seketika. “Bahkan untuk saya, yang biasanya butuh waktu untuk hangat, ia membuat saya merasa sepenuhnya nyaman,” katanya. “Ia bicara dengan manis dan benar-benar baik hati.” Bagi dua aktris yang beroperasi di ujung yang benar-benar berbeda dari dunia hiburan — satu berakar dalam lanskap drama Korea, yang lain di Hollywood — kemudahan percakapan itu menunjukkan bahwa hal-hal tertentu diterjemahkan tanpa usaha.

Apa Arti Pertemuan Ini bagi K-Entertainment Global

Channel YouTube Goh Hyun-jung telah menjadi jendela intim ke kehidupan salah satu figur publik paling tertutup di Korea. Format vlog — kasual, personal, tanpa skrip — adalah penyimpangan signifikan dari jumpa pers formal dan penampilan karpet merah yang dulu mendefinisikan interaksi selebriti. Bahwa tur promosi Hollywood untuk sekuel besar kini mencakup duduk bersama aktris Korea untuk vlog YouTube mengatakan sesuatu tentang betapa bergesernya lanskap hiburan.

Sentralitas Korea yang semakin besar dalam hiburan global — dibangun selama bertahun-tahun melalui K-pop, K-drama, dan industri film dan televisi yang semakin diakui secara internasional — berarti produksi Hollywood kini mendekati pasar Korea bukan hanya sebagai penonton yang ingin dijangkau, tetapi sebagai mitra budaya yang layak diajak berinteraksi. Kunjungan pertama Meryl Streep ke Korea, yang bersamaan dengan promosi film, juga merupakan momen yang ia gambarkan sebagai bermakna secara pribadi: “Saya hanya bisa melihat Korea melalui jendela sekarang karena pekerjaan. Tapi saya ingin kembali, tinggal di sini, benar-benar menjelajah.” Garis antara tur profesional dan rasa ingin tahu yang tulus jarang terlihat sejelas ini.

Film dan Apa yang Akan Datang Selanjutnya

The Devil Wears Prada 2 tayang di seluruh dunia pada 29 April 2026, dengan Korea sebagai salah satu pasar kunci. Sekuel ini mempertemukan kembali Meryl Streep dan Anne Hathaway di bawah arahan sutradara David Frankel, yang mengarahkan film aslinya. Detail tentang plot film dijaga ketat, meski percakapan selama perhentian promosi Seoul mengisyaratkan sebuah kisah yang berakar pada di mana karakter-karakter ini menemukan diri mereka setelah dua puluh tahun perubahan — secara profesional, pribadi, dan dalam lanskap media yang telah bertransformasi hingga tak bisa dikenali sejak nama Miranda Priestly menjadi sinonim dengan kekuasaan editorial yang mengerikan.

Bagi penonton Korea, kedatangan film ini hadir dengan lapisan tambahan mengetahui bahwa Goh Hyun-jung — seseorang yang telah mereka saksikan di layar selama tiga dekade — adalah orang yang duduk berhadapan dengan Meryl Streep dan Anne Hathaway, mengajukan pertanyaan tulus tentang keahlian mereka, dan pulang membawa kenangan tentang seorang wanita yang matanya hangat dan dalam, yang ia katakan tidak akan mudah ia lupakan.

Momen itu, lebih dari materi promosi apa pun, mungkin adalah apa yang akan bertahan. Dua aktris dari dunia yang sepenuhnya berbeda, duduk bersama minum teh, menemukan bahwa hal-hal yang penting tentang pekerjaan diterjemahkan sepenuhnya — dan bahwa terkadang, semua yang diperlukan untuk menembus kekakuan hanyalah seseorang yang berkata, dengan sederhana, bahwa kamu sangat cantik.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait