Park Shin-yang Akhirnya Buka Suara soal Perjuangan Kesehatan 20 Tahun

|7 menit baca0
Park Shin-yang Akhirnya Buka Suara soal Perjuangan Kesehatan 20 Tahun

Park Shin-yang, salah satu aktor Korea Selatan yang paling dihormati dan menjaga privasi, melakukan penampilan langka di televisi pada 21 Juli 2026 — bukan untuk mempromosikan drama baru, melainkan untuk melakukan sesuatu yang hampir tidak pernah ia lakukan di depan publik: berbicara secara terbuka mengenai kesehatannya.

Aktor tersebut tampil sebagai tamu pertama dalam program bincang-bincang musik terbaru MBC, 오늘을 버틴 노래 — 플레이리스트 109 (Songs That Got Me Through Today: Playlist 109), di mana ia mengungkapkan bahwa ia telah berjuang secara diam-diam melawan penyakit tiroid selama lebih dari dua dekade. Bagi para penonton yang telah mengikuti karier Park selama bertahun-tahun dari jauh, pengakuan tersebut terasa tidak terduga sekaligus sangat mendalam.

Karier yang Dibangun dalam Keheningan

Park Shin-yang bukanlah penghibur tipikal. Paling dikenal melalui perannya dalam drama romantis KBS tahun 2004, Lovers in Paris — yang mencapai puncak rating penonton nasional luar biasa sebesar 57,6% dan tetap menjadi salah satu drama Korea dengan rating tertinggi dalam sejarah televisi — ia membangun reputasinya sebagai aktor dengan ketelitian dan presisi emosional yang langka. Perannya sebagai Han Ki-joo dalam drama tersebut menjadikannya nama yang dikenal di seluruh Korea, dan karakter tersebut menjadi salah satu sosok romantis yang mendefinisikan sebuah era.

Sejak tahun-tahun tersebut, Park telah terus bekerja secara konsisten di bidang film dan televisi sembari secara bersamaan mengembangkan praktik serius sebagai seorang pelukis. Kombinasi tersebut — komitmen profesional yang intens di dua bidang kreatif, yang dipadukan dengan keengganan tulus untuk mengejar ketenaran demi ketenaran itu sendiri — telah mendefinisikan bagaimana publik memandangnya. Ia dipandang sebagai sosok yang penuh pertimbangan dan tertutup, seseorang yang menjaga jarak hati-hati dari siklus promosi industri hiburan.

Penampilannya di program varietas sangatlah jarang terjadi. Ketika Park Shin-yang setuju untuk hadir di sebuah acara bincang-bincang, hal itu cenderung memiliki makna tersendiri. Keputusannya untuk tampil di episode pertama Playlist 109 — dan apa yang ia pilih untuk dibagikan di sana — membawa bobot tersebut.

Apa Itu 'Playlist 109'?

Konsep di balik program baru MBC ini tampak sangat sederhana: mengumpulkan cerita dari para tamu mengenai lagu-lagu yang menemani mereka melewati momen-momen tersulit dalam hidup mereka, dan secara bertahap menyusun daftar putar berisi 109 lagu — satu lagu untuk setiap lagu penyokong masing-masing orang. Acara ini membingkai musik bukan sebagai hiburan, melainkan sebagai sesuatu yang lebih esensial, sebuah sumber daya yang dicari orang ketika segala hal lainnya terasa tidak memadai.

Ketiga pembawa acara — penyanyi dan penampil teater musikal Lee Seokhoon, aktor dan musisi Lee Jun, serta rapper-entertainer Dindin — menghadirkan perpaduan antara kepekaan artistik dan kehangatan alami yang selaras dengan ambisi emosional acara tersebut sejak episode pertama. Ekspresi terkejut dan kegembiraan tulus mereka saat kedatangan Park Shin-yang menegaskan betapa jarangnya seorang aktor dengan reputasi sebesar dirinya melangkah ke dalam suasana seperti ini.

Episode perdana ini menetapkan nada program dengan jelas: acara ini tidak tertarik pada anekdot selebritas yang bersifat permukaan. Program ini menggali lebih dalam, meminta para tamu untuk bersikap jujur mengenai momen-momen dalam hidup mereka saat mereka paling membutuhkan musik. Park Shin-yang, ternyata, telah menyimpan salah satu momen tersebut selama dua puluh tahun.

Dua Puluh Tahun Perjuangan Pribadi

Apa yang dibagikan Park dalam program tersebut bukanlah sekadar pembaruan kesehatan ringan. Ia mengungkapkan bahwa ia telah hidup dengan kondisi hipertiroidisme dan hipotiroidisme selama lebih dari dua dekade — sebuah kombinasi kondisi tiroid yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur energi, metabolisme, suasana hati, dan fungsi fisik dasar, yang sering kali terjadi dengan cara yang tidak terlihat oleh pengamat luar namun sangat mengganggu secara internal.

Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon berlebih, yang mempercepat sistem tubuh hingga mencapai titik kelelahan dan ketidakstabilan. Hipotiroidisme merupakan kebalikannya — defisit hormon tiroid yang memperlambat segala hal, sehingga membuat tubuh menjadi lemah. Mengelola kedua kondisi tersebut di sepanjang kariernya, terutama selama periode ketika tanggung jawab publiknya sangat besar, membutuhkan ketahanan berkelanjutan yang mungkin tidak disadari oleh kebanyakan orang di sekitarnya sebagai sesuatu yang diperlukan.

Pada kondisi terburuknya, Park mengatakan bahwa mempertahankan percakapan singkat sekalipun merupakan sebuah tantangan. Energi yang dibutuhkan untuk berbicara — sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh kebanyakan orang — terkadang melampaui apa yang dapat diberikan oleh tubuhnya secara stabil. Namun, ia tetap terus bekerja. Ia muncul di lokasi syuting film dan televisi selama tahun-tahun tersebut. Ia memberikan penampilan yang memukau. Ia membangun karier di bawah pengawasan publik sepenuhnya, sembari secara bersamaan mengelola tubuh yang, dalam kata-katanya sendiri, adalah sesuatu yang hanya bisa ia jalani dengan penuh ketabahan.

"Ada momen-momen selama syuting di mana saya harus memaksakan diri meskipun dalam kondisi demikian," kenangnya, menggambarkan tingkat komitmen profesional yang tidak pernah dicurigai oleh sebagian besar penontonnya. Citra publik Park tidak pernah menunjukkan kerentanan fisik — yang mungkin justru merupakan tujuannya. Ia menjaga bagian dari hidupnya itu tetap terpisah dari pekerjaannya.

Kondisi kesehatannya telah membaik secara signifikan sejak tahun-tahun tersulit tersebut, dan ia terus mengelola kondisinya melalui perawatan yang konsisten. Disiplin yang diperlukan untuk pengelolaan tersebut, ia tegaskan, telah menjadi ciri khas hidupnya selama lebih dari dua dekade — dan sesuatu yang ia jalani hampir sepenuhnya secara pribadi, hingga saat ini.

Lagu yang Menjaganya Tetap Bertahan

Pusat emosional dari setiap penampilan Playlist 109 adalah pembawaan 버팀송 pribadi sang tamu — sebuah lagu penyokong, potongan musik spesifik yang membuat mereka terus melangkah melewati masa tersulit mereka. Park memilih sebuah lagu dari tahun-tahun ketika ia sedang berjuang paling keras melawan penyakitnya, dan membawakannya di hadapan para MC dengan keterusterangan dan ketulusan yang membuat jarak terasa begitu tipis.

Kombinasi antara lagu tersebut dan kisah di baliknya — yang disampaikan oleh seorang aktor yang lebih dikenal karena pengendalian diri daripada kerentanan publik — memberikan kekuatan tenang yang tidak biasa pada penampilan tersebut. Bagi penonton yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menyaksikan Park memerankan karakter dengan kontrol emosional yang hati-hati, melihatnya bernyanyi dari sisi personal, dan melihatnya mengungkap kebenaran pribadi, merupakan sebuah pengalaman yang benar-benar langka.

Reuni Mengejutkan pada Episode Pertama

Salah satu momen berkesan lainnya dalam episode ini datang dari MC Lee Jun, yang mengungkapkan dalam percakapan tersebut bahwa ia dan Park Shin-yang sebenarnya telah bertemu sebelumnya — bertahun-tahun yang lalu, dalam sebuah siaran musik spesial di MBC. Pada saat itu, keduanya telah berbagi panggung dengan cara yang tampaknya tidak pernah dibahas secara publik sejak saat itu. Lee Jun mengangkat topik tersebut dengan kegembiraan yang terlihat jelas; momen itu rupanya terus membekas dalam ingatannya.

Ketika Lee Jun mengungkit keterkaitan tersebut, Park mengonfirmasi bahwa ia mengingat kejadian itu dengan sangat jelas. Pertukaran tersebut memiliki kualitas seperti dua orang yang menyadari bahwa momen yang mereka simpan secara terpisah ternyata juga memiliki arti bagi satu sama lain. Untuk sebuah program yang dibangun di atas gagasan musik sebagai penyambung hidup yang bersifat pribadi, ini adalah jenis kebetulan yang sangat tepat untuk mengawali episode pertama.

Mengapa Momen Tersebut Berkesan

Penampilan Park Shin-yang di Playlist 109 berhasil mencapai apa yang dapat dilakukan oleh momen varietas terbaik: membuat sesuatu yang bersifat pribadi terasa dibagikan. Kesediaannya untuk menyebutkan perjuangan yang telah lama dipendam, untuk membawakan lagu yang memiliki bobot personal yang nyata, dan melakukan semua itu di hadapan penonton televisi, menunjukkan sebuah keterbukaan yang jarang didapatkan publik dari salah satu sosok layar kaca Korea yang lebih terjaga privasinya.

Bagi para penonton yang tumbuh bersama karya-karyanya — mulai dari romansa ikonik dalam Paris Lover hingga kehidupan gandanya sebagai aktor dan seniman visual — momen ini menawarkan sesuatu yang baru: sebuah perasaan bahwa jarak yang selalu dijaga oleh Park bukanlah bentuk ketidakpedulian, melainkan upaya pengelolaan diri yang cermat untuk menjaga privasi demi tetap berfungsi secara mental.

오늘을 버틴 노래 — 플레이리스트 109 tayang di MBC setiap hari Selasa pukul 21.00 KST. Jika episode pertama dapat menjadi indikasi, acara ini telah menemukan format yang tepat untuk jenis cerita yang dapat dibawa oleh musik — serta jenis kejujuran yang jarang mendapatkan ruang dalam program televisi.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Ricky Joo
Ricky Joo

New Music & Comebacks Reporter · KEnterHub

New-music reporter covering K-pop comebacks as they drop. Ricky Joo tracks official channel premieres, music video releases and debut showcases, breaking down what each comeback signals about an artist's next chapter — often within hours of release.

K-PopMusic VideosComebacksNew ReleasesIdol Groups

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait