Taeyang Akhiri 9 Tahun Keheningan — Inilah yang Dia Ungkapkan

Vokalis BIGBANG merilis dokumenter intim menjelang album studio keempatnya QUINTESSENCE yang akan rilis 18 Mei

|5 menit baca0
Taeyang Akhiri 9 Tahun Keheningan — Inilah yang Dia Ungkapkan

Para penggemar Taeyang, vokalis BIGBANG, telah menunggu album studio baru selama sembilan tahun. Penantian panjang itu akhirnya akan berakhir. Pada 18 Mei — tepat di hari ulang tahunnya — album studio solo keempatnya, QUINTESSENCE, akan dirilis pukul 18.00 KST. Sebuah dokumenter yang baru diluncurkan memberikan gambaran paling jelas sejauh ini tentang apa yang benar-benar harus ia korbankan untuk membuat rekaman ini.

The Black Label, label Taeyang yang berbasis di Seoul, merilis dokumenter berdurasi 15 menit pada 13 Mei melalui kanal media sosial resmi mereka. Direkam di berbagai tahap produksi, film tersebut mengikuti perjalanan Taeyang sejak pertama kali ia menemukan kata "quintessence" — yang berarti bentuk paling murni atau paling esensial dari sesuatu — hingga keputusan-keputusan akhir yang membentuk album ini.

Dari Coachella ke Studio: Setahun Menemukan Kembali Identitas

Taeyang, yang bernama asli Dong Young-bae, pertama kali dikenal sebagai anggota BIGBANG saat grup tersebut debut pada 2006. Selama dua dekade berikutnya, BIGBANG mendefinisikan ulang lanskap K-pop dengan membawa genre ini menuju suara yang lebih beragam dan ambisius secara artistik, memengaruhi seluruh generasi artis. Taeyang merilis album debut solonya SOLAR pada 2010, lalu RISE pada 2014 — album yang melahirkan "Eyes, Nose, Lips", yang masih menjadi salah satu balada paling banyak di-cover dalam K-pop — dan WHITE NIGHT pada 2017.

Setelah WHITE NIGHT, tahun-tahun yang penuh gejolak menghampiri grup. Wajib militer bagi beberapa anggota, sorotan industri, dan ketidakpastian yang berkepanjangan seputar masa depan BIGBANG turut menyebabkan jeda kreatif yang panjang. Namun 2026 menjadi tahun kembalinya mereka. BIGBANG — dengan G-Dragon, Taeyang, dan Daesung — tampil di Coachella 2026 untuk menandai ulang tahun ke-20 grup. Taeyang menggambarkan pengalaman itu sebagai rasa syukur yang mendalam. Dari sana, ia menyalurkan momentum tersebut ke dalam karya yang sangat personal: QUINTESSENCE.

Di Balik Dokumenter: Begini Wujud Nyata Penantian 9 Tahun

Dokumenter ini lebih mirip sebuah pengakuan pribadi daripada paket behind-the-scenes yang dipoles dengan rapi. Ia memperlihatkan Taeyang bergulat dengan keraguan, frustrasi kreatif, dan tekanan untuk kembali setelah hampir satu dekade. Kata "quintessence" sendiri menjadi konsep panduan — gagasan bahwa seorang seniman harus melepas semua yang tidak perlu untuk mencapai versi paling otentik dari dirinya.

Taeyang berkolaborasi dengan berbagai produser untuk memperluas palet musiknya, namun dokumenter ini dengan jelas menunjukkan bahwa dialah kekuatan kreatif utama sepanjang proses. Ia juga mengajak artis-artis yang dipercayainya. Bintang pop Australia The Kid LAROI hadir dalam album ini, menambahkan dimensi internasional yang mencerminkan ambisi global Taeyang. Rekan satu label dari ALLDAY PROJECT, Tarzan dan Woochan, berkontribusi dalam lagu "WOULD YOU", salah satu dari sembilan lagu pendukung selain lagu utama.

Sebelum peluncuran dokumenter, Taeyang telah membangun antisipasi lewat serangkaian konten: trailer, foto konsep utama, poster, dan visual film. Lagu utama "LIVE FAST DIE SLOW" dikonfirmasi bersamaan dengan daftar lagu pada 11 Mei. Nama tersebut menyiratkan sebuah suasana hati: reflektif namun tak gentar, mendesak namun sabar.

Reaksi Penggemar: Sembilan Tahun Kesabaran Berubah Menjadi Emosi

Ketika dokumenter itu muncul pada 13 Mei, penggemar Korea langsung merespons. Utas media sosial dipenuhi berbagai reaksi, mulai dari kegembiraan murni hingga sesuatu yang lebih emosional. "Kamu bisa merasakan betapa ia benar-benar bersemangat terhadap musik," tulis seorang penggemar. Yang lain berkata: "Sembilan tahun untuk sebuah album studio — saya tidak pernah menyangka akan merasa terharu seperti ini hanya dari menonton sebuah dokumenter." Beberapa penggemar menyoroti makna dari tanggal rilis 18 Mei yang bertepatan dengan ulang tahun Taeyang.

Dalam voting KGMA Artist of the Month edisi Mei, Taeyang meraih 4.925 suara dan menempati posisi ketiga — hasil yang mengejutkan untuk seorang artis yang belum merilis album studio dalam hampir satu dekade.

Para pengamat industri musik juga menyebut QUINTESSENCE sebagai salah satu rilis solo yang paling banyak dinantikan di paruh pertama 2026. Kombinasi antara profil global The Kid LAROI dan warisan K-pop Taeyang memberi rekaman ini potensi crossover yang nyata.

Selanjutnya: Ulang Tahun, Album, dan Tur Dunia

Rilis tanggal 18 Mei yang bertepatan dengan ulang tahun Taeyang tidak luput dari perhatian para penggemarnya. Untuk album yang dinamai berdasarkan konsep esensi dan keaslian, merilisnya pada hari ia dilahirkan membawa simbolisme yang tak bisa diabaikan. QUINTESSENCE hadir dengan 10 lagu, berlabuh pada lagu utama "LIVE FAST DIE SLOW" dan dilengkapi kolaborasi termasuk "WOULD YOU" bersama Tarzan dan Woochan dari ALLDAY PROJECT.

Memandang lebih jauh ke depan, BIGBANG telah mengonfirmasi tur dunia peringatan 20 tahun yang akan dimulai pada Agustus 2026. QUINTESSENCE pun lebih dari sekadar album comeback — ini adalah pernyataan identitas individual yang dirilis beberapa bulan sebelum Taeyang kembali ke formasi yang pertama kali membuatnya terkenal.

QUINTESSENCE dan lagu utama "LIVE FAST DIE SLOW" hadir pada 18 Mei 2026 pukul 18.00 KST melalui The Black Label.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait