Tak Ada Kata-kata — Kim Joonhee Terima Tawaran Masuk Department Store Hanya Setahun Setelah Meluncurkan Merek Baru

Mantan penyanyi K-pop sekaligus CEO yang membangun dirinya sendiri ini menerima tawaran resmi dari jaringan department store Korea, hanya dua belas bulan setelah meluncurkan merek barunya

|Diperbarui|6 menit baca0
Kim Joonhee showcasing her fashion brand in a 2026 lookbook — a year after launching the label that earned her a department store entry offer
Kim Joonhee showcasing her fashion brand in a 2026 lookbook — a year after launching the label that earned her a department store entry offer

Kim Joonhee adalah salah satu contoh paling menonjol dari selebriti Korea yang berhasil membangun bisnis fesyen dari nol. Ia menyaksikan bisnisnya runtuh, lalu bangkit kembali di usia 51 tahun — di tengah krisis kesehatan, dengan merek yang baru seumur jagung — dan menerima tawaran masuk ke jaringan department store besar Korea. "Rasanya masih seperti mimpi," tulisnya di media sosial pada 21 April. "Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata."

Satu kalimat itu, beserta tulisan panjang yang penuh emosi di bawahnya, menyentuh hati para penggemarnya karena alasan sederhana: mereka telah menyaksikan seluruh perjalanan ini. Mereka tahu betapa mahalnya harga dari kebangkitan ini, dan mereka sangat memahami apa arti tawaran tersebut bagi Kim Joonhee.

Dari Idol ke CEO: Babak Pertama

Kim Joonhee pertama kali dikenal publik Korea pada tahun 1994, saat ia debut sebagai anggota MUE, grup musik campuran yang aktif di awal gelombang industri pop Korea Selatan. Setelah meninggalkan dunia musik, ia beralih ke dunia penyiaran dan hiburan, membangun nama sebagai presenter dan sosok televisi yang dikenal luas.

Kemudian pada 2006, ia membuat keputusan yang mengejutkan banyak pihak: membuka toko belanja fesyen daring dengan modal awal 40 juta won Korea — sekitar 30.000 dolar AS. Apa yang terjadi selanjutnya menjadi salah satu kisah asal-usul bisnis paling luar biasa dalam dunia selebriti Korea. Toko itu tumbuh secara konsisten hingga mencatat pendapatan tahunan 10 miliar KRW (sekitar 7,3 juta dolar AS). Ia pun dikenal bukan sekadar mantan idol atau presenter, melainkan sebagai pengusaha wanita yang membangun sesuatu yang nyata dari nol.

Selama hampir dua dekade, ia menjalankan bisnis sambil tetap berkarier di media. Lalu pada Januari 2025, ia mengumumkan penutupan bisnis tersebut.

Mengapa Ia Pergi

Penutupan itu bukan karena kinerja bisnis yang buruk. Dalam pengumumannya, Kim Joonhee menjelaskan bahwa ia telah mengalami pelecehan berkelanjutan dari individu-individu yang disebutnya sebagai "orang-orang egois dan kasar" di dunia maya, dan situasi yang berlarut-larut itu telah merusak kesehatan fisik dan mentalnya secara serius. Kejujuran yang ia tunjukkan dalam menggambarkan alasan menutup bisnis yang telah ia rintis selama 20 tahun menyentuh hati para pengikutnya — terutama dalam industri di mana pengusaha selebriti jarang sekali mengakui tekanan yang dirasakan ketika bekerja di hadapan publik.

Dua bulan kemudian, pada Maret 2025, ia kembali. Ia mengumumkan peluncuran merek baru — sebuah usaha segar, terpisah sepenuhnya dari semua yang pernah dibangunnya, memulai dari awal lagi. Responsnya langsung terasa: dalam satu bulan sejak merek diluncurkan, ia menerima permintaan pop-up store dari Hyundai Department Store, salah satu pemain ritel besar Korea Selatan. Itu menjadi sinyal awal bahwa arah baru ini memiliki daya tarik.

Setahun Kemudian: Tawaran Department Store

Pada 21 April 2026, Kim Joonhee berbagi kabar yang membuatnya kehabisan kata-kata. Kantor pusat sebuah jaringan department store Korea secara resmi menawarkan mereknya masuk sebagai tenant tetap — kemitraan penuh, bukan sekadar acara sekali waktu. Di Korea Selatan, masuk ke department store adalah tonggak penting. Jaringan-jaringan besar sangat selektif, proses persetujuannya kompetitif, dan mendapatkan tempat di lokasi flagship membawa bobot nyata secara komersial maupun dari sisi reputasi merek.

Sejak kecil, saya selalu menjadi orang keras kepala yang mengucapkan dengan lantang apa yang ingin saya capai — lalu menolak untuk melepaskannya. Ketika segalanya tidak berjalan sesuai keinginan, saya tidak menyerah. Saya mengakui apa yang kurang dari diri saya, bekerja lebih keras dari siapa pun, dan bangkit kembali berkali-kali. Saya percaya pada diri sendiri dan pada tim saya. Dan hari ini, kami menerima tawaran resmi masuk department store dari kantor pusat. Merek yang baru berjalan setahun — masuk ke department store. Rasanya masih seperti mimpi.

Ia mengakhiri unggahannya dengan pesan untuk suaminya, yang bukan selebriti dan dinikahinya pada 2020: "Terima kasih, aku benar-benar mencintaimu. Bahkan langkah awal ini pun tidak akan ada tanpamu."

Apa yang Diwakili Kebangkitan Ini

Kisah Kim Joonhee menarik perhatian karena beberapa alasan. Pertama, kecepatannya: membawa merek baru ke level yang bisa diterima department store dalam waktu kurang dari 14 bulan adalah lintasan yang luar biasa cepat, bahkan dengan profil publik yang sudah ada sebelumnya. Kedua, kondisinya: ia meluncurkan bisnis sambil menanggung dampak emosional dari menutup usaha sebelumnya dan, seperti yang ia ungkapkan secara terbuka, menavigasi tantangan menopause di usia 51. Membangun sesuatu yang bermakna dalam kombinasi itu membutuhkan disiplin yang luar biasa.

Ketiga, dan mungkin paling menarik dari perspektif industri, adalah apa yang ditunjukkan tawaran department store ini tentang bagaimana ritel Korea memandang merek fesyen yang dibangun selebriti. Selama tahun-tahun awal booming toko belanja daring berbasis influencer di Korea, bisnis-bisnis ini beroperasi hampir sepenuhnya di ruang online. Masuk ke department store — dengan standar kontrol kualitas yang lebih ketat, standar produksi lebih tinggi, dan lingkungan ritel yang sama sekali berbeda — merupakan validasi institusional yang sangat sedikit merek hiburan berhasil raih.

Kim Joonhee telah menyatakan secara publik bahwa tawaran department store ini hanyalah permulaan. "Saya ingin menggunakan keberanian ini sebagai batu loncatan dan melangkah maju — dengan teguh dan penuh semangat — menuju tujuan selanjutnya: pasar internasional," tulisnya. "Percaya pada potensi diri sendiri adalah yang pada akhirnya membentuk takdir. Saya percaya itu."

Langkah Selanjutnya

Babak berikutnya bagi Kim Joonhee adalah peluncuran di department store itu sendiri — membangun kehadiran fisik di toko, beradaptasi dengan format ritel baru, dan membangun basis pelanggan yang tidak datang melalui guliran layar tapi melalui lalu lintas fisik. Ini adalah jenis bisnis yang berbeda, dan akan menguji apakah merek ini bisa bertransisi dari digital ke toko fisik dalam skala besar.

Di balik itu, ambisi yang ia nyatakan adalah pasar global — membawa merek ke tingkat internasional dengan cara yang bisnis sebelumnya tidak pernah sepenuhnya capai. Apakah itu melalui lisensi, kemitraan, atau dorongan independen ke luar negeri masih harus dilihat. Yang jelas adalah bahwa ia mendekati fase berikutnya dengan tekad yang sama yang membawanya sejauh ini: bekerja lebih keras dari siapa pun, tidak melepaskan tujuan, dan mengatakan dengan lantang — seperti yang telah dilakukannya sejak kecil — tepat apa yang akan ia capai.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait