Alasan Sebenarnya Hyojin Choi Menolak Tertawa Selama Dua Hari
Penari terbaik Korea, Aiki, Lihei, dan Hyojin Choi membentuk grup proyek Arihyo untuk Immortal Songs KBS2

Ketika tiga penari paling dirayakan Korea memutuskan membentuk grup proyek, selalu ada yang menarik terjadi. Dan ketika salah satunya menolak tertawa dua hari untuk menjaga suaranya, Anda tahu betapa tingginya taruhan ini.
Aiki, Lihei, dan Hyojin Choi, masing-masing merupakan tokoh penentu dalam budaya street dance Korea, telah bergabung di bawah nama Arihyo untuk sebuah panggung spesial di program musik veteran KBS2 Immortal Songs. Episode ini didedikasikan untuk penulis lagu Joo Young-hoon dan tayang Sabtu, 9 Mei. Bagi Hyojin Choi, ini mewakili sesuatu yang belum pernah ia coba sebelumnya: penampilan vokal langsung di hadapan penonton televisi.
Hyojin Choi Memasuki Wilayah Baru
Hyojin Choi selama bertahun-tahun menjadi salah satu figur paling diperhatikan dalam street dance Korea. Ia naik daun melalui reality show Mnet Street Woman Fighter, program yang mengangkat nama-nama koreografer dan penari terbaik Korea menjadi dikenal luas dan memicu diskusi nasional tentang dunia kreatif di balik penampilan K-pop. Sejak saat itu, ia terus hadir dalam hiburan variety, memukau penonton dengan kecerdasan dan energi panggungnya yang khas. Tapi menyanyi di depan publik? Itu adalah wilayah yang sama sekali baru.
Ini pertama kalinya saya benar-benar bernyanyi di luar, ia mengaku dalam klip preview. Saya sangat gugup. Dan kemudian muncul detail yang langsung memukul hati banyak orang: Saya takut tenggorokan rusak, jadi saya tidak tertawa selama dua hari.
Dengan standar apa pun, itu adalah tingkat persiapan yang serius. Ide bahwa seseorang se-ekspresif dan se-animasi Hyojin Choi dengan sengaja menekan tawa selama 48 jam demi melindungi suara yang jarang ia gunakan secara profesional mengena di hati para penggemar dan penonton.
Grup yang Dibangun atas Kepercayaan dan Persaingan Sehat
Aiki, salah satu koreografer paling dihormati Korea, langsung menambahkan konteks soal dinamika grup. Jujur saja, bahkan di dalam tim pun kami dalam mode kompetisi. Kami terus berusaha merebut bagian satu sama lain.
Detail itu menggambarkan dengan jelas bagaimana Arihyo terbentuk: bukan pengaturan terpolish yang sudah ditentukan, melainkan tiga kepribadian kuat yang menavigasi tegangan kreatif yang cenderung menghasilkan sesuatu yang layak ditonton. Nama grupnya sendiri adalah portmanteau ringkas dari tiga nama performer: Ari dari Aiki, Ri dari Lihei, dan Hyo dari Hyojin Choi.
Aiki dan Lihei bukan orang asing dengan sorotan seperti ini. Keduanya pernah tampil bersama dalam edisi Oh My Star Special dari Immortal Songs, di mana mereka mendapat respons penonton yang kuat. Menambahkan Hyojin Choi ke dalam kombinasi itu meningkatkan taruhan secara signifikan.
Lagu-Lagu yang Mereka Bawakan
Untuk panggung Arihyo, trio ini memilih dua lagu tanda tangan penyanyi sekaligus aktris Uhm Jung-hwa: Rose of Betrayal dan Poison. Keduanya ikonik dalam sejarah pop Korea, nomor-nomor besar dan teatrikal yang memberikan penghargaan bagi performer yang mampu menyelami drama tanpa berlebihan. Uhm Jung-hwa sendiri adalah salah satu figur paling abadi dalam hiburan Korea. Lagunya punya bobot, dan membawakan ulang di Immortal Songs menunjukkan ambisi nyata dari lineup Arihyo.
Aiki telah bertahun-tahun menyempurnakan estetika yang menuntut secara fisik namun tidak pernah showy demi showy itu sendiri. Lihei membawa sensibilitas presisi dan musikal ke segala yang ia tampilkan. Dan Hyojin Choi, kini memasuki wilayah vokal untuk pertama kalinya, memiliki kehadiran panggung yang menarik perhatian penonton terlepas dari medianya.
Budaya Street Dance Bertemu Penampilan Langsung
Budaya street dance Korea, yang ada selama beberapa dekade di klub bawah tanah dan kompetisi, memasuki hiburan arus utama secara signifikan melalui program seperti Street Woman Fighter. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa karisma pertunjukan, bukan sekadar keahlian teknis, adalah sesuatu yang dimiliki para seniman ini berlimpah.
Para penggemar mengembangkan kesetiaan mendalam kepada penari individual. Koreografer menjadi selebriti. Debut Arihyo di Immortal Songs adalah puncak dari lintasan tersebut.
Panggung yang Lebih Luas
Episode Immortal Songs juga menampilkan Son Seung-yeon dan Jo Hyung-gyun, penyanyi veteran Chae Yeon, NEXZ, dan D82. Setiap act membawakan karya Joo Young-hoon.
Aktor teater musikal Son Seung-yeon dan Jo Hyung-gyun menawarkan kontras alami terhadap energi street dance Arihyo. Kami ngobrol sampai tepat sebelum tampil, kata mereka, sebuah komentar yang langsung ditujukan kepada larangan tertawa dua hari Hyojin Choi. Pertukaran itu memancing tawa sejati dari seluruh cast dan tim produksi, sekaligus menegaskan betapa berbedanya cara setiap act menghadapi tekanan penampilan langsung.
Panggung pertama Arihyo tayang Sabtu pukul 18.05 WIK di KBS2. Bagi penggemar budaya street dance yang telah mengikuti Aiki, Lihei, dan Hyojin Choi di berbagai platform, debut grup ini mewakili sesuatu yang langka: tiga performer di puncak bidangnya masing-masing, bersama-sama, sedikit keluar dari zona nyaman mereka.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar