Apa yang Membuat Lee So Ra Menangis Setelah 6 Tahun Absen?

Penyanyi legendaris Korea ini berbicara terbuka tentang komentar fans, perjuangan kesehatan, dan kepulangannya yang perlahan ke kehidupan publik

|6 menit baca0
Lee So Ra in her music studio during her YouTube channel debut in March 2026, after a six-year absence
Lee So Ra in her music studio during her YouTube channel debut in March 2026, after a six-year absence

Penyanyi Lee So Ra duduk berhadapan dengan seorang penggemar yang telah mengaguminya selama bertahun-tahun, mendengarkan pria itu menceritakan dengan detail betapa besar arti musiknya bagi sang penggemar, dan — dalam sebuah momen yang ia sendiri mengaku tidak pernah diantisipasi — air mata mulai mengalir. Bukan tangisan yang tertahan. Air mata mengalir deras di pipinya tanpa ia usap. Ia sedang membaca komentar dari para subscriber di channel YouTube barunya, dan beban enam tahun menjauh dari kehidupan publik tampak muncul tepat ke permukaan.

Lee So Ra tampil dalam program YouTube Korea yang populer, Odanggi (오당기), pada 22 April 2026, yang dipandu oleh komika dan entertainer Moon Sang-hoon. Acara ini terkenal karena mempertemukan Moon dengan tamu yang benar-benar ia kagumi, dan kekagumannya pada Lee So Ra tidak membutuhkan kepura-puraan apapun. Ia menyebut kesempatan mewawancarai Lee So Ra sebagai "salah satu kehormatan terbesar dalam membawakan acara ini".

Enam Tahun dan Salah Satu Suara Paling Khas dalam Musik Korea

Untuk memahami mengapa kepulangan ini membawa beban emosional sebesar ini, kita perlu memahami apa arti Lee So Ra bagi musik pop Korea. Ia debut di tahun 1990-an dengan suara yang berbeda dari segalanya di sekitarnya — dalam, ekspresif, dan tenang, mampu menyampaikan jenis kesedihan atau kerinduan yang butuh puluhan tahun bagi kebanyakan artis untuk kembangkan. Lagu-lagu ikonnya, termasuk 하늘 (Sky) dan 신기루 (Mirage), menjadi lagu abadi. Pada 2019, kolaborasinya dengan Suga dari BTS dan Tablo dari Epik High — "어떻게 이별까지 사랑하겠어, 널 사랑하는 거지 (We Were in Love)" — memperkenalkannya kepada generasi pendengar baru, banyak di antaranya datang sebagai penggemar K-pop dan menetap sebagai penggemar Lee So Ra.

Lalu ia menghilang. Selama kurang lebih enam tahun, ia hampir tidak pernah muncul di depan publik dan tidak merilis musik baru. Tidak ada pengumuman resmi, tidak ada pernyataan apapun. Ia begitu saja tidak ada, dan keheningan itu berlangsung cukup lama hingga banyak penggemar perlahan bertanya-tanya apakah ia akan kembali.

Ia kembali. Namun kisah perjalanannya untuk sampai ke sini tidaklah sederhana.

Apa yang Terjadi Selama Ketidakhadiran

Lee So Ra berbicara secara terbuka tentang tahun-tahun antara aktivitas publiknya yang terakhir dan saat ini ketika ia meluncurkan channel YouTube di Maret 2026. Ia menggambarkan kehidupan yang menyempit secara dramatis — keluar hanya "satu atau dua kali setahun, terutama untuk penampilan yang benar-benar diperlukan", sebagian besar waktu berdiam di dalam rumah, mengisolasi diri dari dunia dan, untuk satu periode, dari musik itu sendiri.

Dampak fisiknya terlihat nyata. Berat badannya naik hingga 100 kilogram. Tekanan darahnya mencapai level berbahaya. Ia menghadapi depresi berat, diperparah oleh masalah dengan suaranya — hal yang menjadi pondasi seluruh identitasnya.

"Keberadaanku tidak memiliki makna tanpa musik," ujarnya kemudian, sebuah pernyataan yang memperjelas betapa beratnya periode itu. Kehilangan suara, lalu kehilangan musik sebagai akibatnya, bukan sekadar gangguan karier. Ini adalah keruntuhan mendasar dari siapa dirimu. Ia berhenti mendengarkan musik. Ia jarang keluar dari rumah. Dan tahun demi tahun berlalu.

Yang berubah, menurut kisahnya sendiri, adalah sebuah lagu. Komposer Jung Jae-hyung mengiriminya lagu soundtrack untuk drama baru, dan sesuatu di dalamnya menembus kabut itu. Ia menyebutnya sebagai "seberkas cahaya". Ia mulai merekam lagi — perlahan-lahan pada awalnya, lalu dengan lebih bersemangat.

Channel YouTube dan Sebuah Cara Kembali yang Lebih Perlahan

Pada 6 Maret 2026, Lee So Ra meluncurkan channel YouTube resminya dengan video pengenalan berjudul Lee Sora's First Spring: Episode 0 — sebuah judul yang berfungsi baik sebagai referensi musiman secara harfiah maupun sebagai sesuatu yang lebih dalam. "Musim semi pertama" setelah musim dingin yang panjang. Ia tampak gugup dalam video perdana itu, mengakui keanehan melangkah kembali ke hadapan publik setelah lama menghilang.

Channel itu dengan cepat menarik para subscriber yang telah menunggu, dan mereka yang baru menemukannya untuk pertama kali. Komentar mengalir deras — hangat, spesifik, personal. Penggemar menulis tentang lagu mana yang menemani mereka melewati tahun-tahun sulit. Orang-orang menulis dalam bahasa Korea, dalam bahasa Inggris, dalam pesan yang menunjukkan bahwa musiknya telah menjangkau lebih jauh dari yang mungkin ia ketahui selama masa isolasinya.

Ia membacanya. Sendirian. Di depan komputer, tanpa seorangpun yang menyaksikan. Dan ia menangis.

"Aku memang mudah menangis," ujarnya dalam program Moon Sang-hoon, sambil mengenang momen itu. "Aku melihat komentar-komentar itu sementara air mata mengalir di wajahku, bahkan tanpa menghapusnya." Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan sesuatu yang menangkap perasaan khusus yang ia gambarkan: "Jika orang-orang yang berpikiran sama denganku ada di channelku — aku tidak butuh angkanya bertambah lebih jauh. Rasanya sebaik itu."

Moon Sang-hoon dan Makna dari Diperhatikan

Dinamika antara Lee So Ra dan Moon Sang-hoon dalam episode 22 April itu layak diperhatikan. Moon adalah seorang entertainer dan komika dengan pengikut yang besar, dan acaranya telah membangun reputasi karena memperlakukan tamunya bukan sebagai subjek wawancara melainkan sebagai manusia yang benar-benar ingin ia kenali. Pernyataan kekagumannya pada Lee So Ra bukan pujian televisi biasa — ia spesifik, tulus, dan jelas tergerak oleh kesempatan untuk berbicara dengannya.

Lee So Ra, pada gilirannya, merespons dengan humor kering yang akan langsung dikenali penggemar lamanya. Ketika Moon menyebut bahwa penampilannya di channel Lee So Ra telah menghasilkan banjir pujian dari teman-teman bersama, ia langsung menanggapi dengan santai: "Aku tidak mendapat umpan balik seperti itu sama sekali." Penonton tertawa. Ia melanjutkan. Pertukaran singkat tiga puluh detik itu sepenuhnya membangun kehangatan hubungan mereka.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

Lee So Ra belum mengumumkan album baru atau tanggal rilis spesifik. Fokusnya, setidaknya untuk saat ini, tampaknya membangun kembali hubungannya dengan penonton dan relasinya sendiri dengan musik sebelum berkomitmen pada proyek formal. Channel YouTube terus menjadi platform utamanya untuk proses tersebut.

Namun respons terhadap kepulangannya — jumlah subscriber, kedalaman komentar, sambutan yang diterimanya di Odanggi — menunjukkan bahwa penonton telah menunggu dan ada kerinduan yang tulus terhadap apapun yang ia pilih untuk ciptakan. Enam tahun adalah waktu yang lama. Itu juga, bagi banyak artis, adalah durasi yang dibutuhkan untuk kembali memiliki sesuatu yang layak dikatakan.

Lee So Ra telah kembali. Ia, menurut pengakuannya sendiri, masih dalam proses beradaptasi. Dan ia menangis sambil membaca komentar-komentarmu.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Park Chulwon
Park Chulwon

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesGlobal K-Wave

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait