Yeom Hye-ran Ungkap Perjalanan 27 Tahun Penuh Ketabahan di You Quiz
Aktris di balik The Glory, Goblin, dan Poongseok mengisahkan perjalanannya dari gagal ujian guru hingga menjadi aktris karakter paling dicari di Korea

Selama 27 tahun, Yeom Hye-ran telah menjadi salah satu kekuatan paling luar biasa namun tak banyak disorot di industri hiburan Korea — seorang aktris karakter yang wajahnya langsung dikenali penonton dari The Glory, Goblin, dan Poongseok Sok Asseuda, meski namanya tak selalu terlintas pertama kali di benak orang. Dalam episode tvN You Quiz on the Block yang tayang pada 18 Maret, ia akhirnya tampil di bawah sorotan dengan caranya sendiri, dan hasilnya adalah satu jam tayangan yang membuat penonton meraih tisu.
Tampil sebagai bagian dari episode spesial bertema "Ibu" bersama bintang Bridgerton 4 Ha Ye-rin dan legenda short track Choi Min-jung, Yeom mengejutkan semua orang dengan datang dalam keadaan tampak gugup. "Saya tidak bisa bernapas dengan benar. Woohwangcheongsimwon-nya belum bekerja," akunya, merujuk pada obat herbal tradisional Korea yang diminumnya untuk menenangkan diri sebelum syuting.
Dari Mimpi Jadi Guru Bahasa Korea hingga Audisi Tengah Malam
Jalan Yeom Hye-ran menuju dunia akting sama sekali tidak lurus. Setelah lulus dari Seoul Women's University dengan gelar sastra Korea, ia awalnya bercita-cita menjadi guru bahasa Korea. Ia menyelesaikan praktik mengajar dan bahkan mencoba ujian sertifikasi guru nasional di kawasan belajar Noryangjin yang sangat kompetitif di Seoul.
"Saya sempat mempersiapkan ujian di Noryangjin, tapi sangat sulit. Sudah jelas saya bakal gagal," kenangnya. Alih-alih bertahan di karier yang tidak terasa tepat, ia mengambil posisi di sebuah penerbit — bukan karena passion, melainkan karena kebutuhan. "Saya tidak datang ke sana dengan tujuan khusus. Seseorang bilang ada lowongan, jadi saya pergi saja."
Namun bahkan di balik meja kerja, hatinya ada di tempat lain. "Saya sering bilang ke atasan kalau mau ke bank, padahal diam-diam pergi audisi," akunya sambil tertawa. "Pikiran saya selalu melayang ke tempat lain," katanya, menggunakan ungkapan Korea yang berarti pikirannya selalu tertuju pada hal lain — khususnya, panggung.
Ia akhirnya mengikuti panggilan hati itu, bergabung dengan Yeonwoo Theater Company yang bergengsi dan sepenuhnya menjalani kehidupan sebagai aktris panggung. Yang mengikuti adalah 16 tahun berkarya di teater yang membuatnya dihormati kritikus, namun memberi sangat sedikit keamanan finansial.
Enam Belas Tahun di Panggung, Penghasilan di Bawah Standar Hidup
"Saya bekerja tanpa henti selama setahun penuh di teater. Penghasilan tahunan saya saat itu bahkan tidak mencapai sepuluh juta won," ungkap Yeom — angka yang setara dengan sekitar 7.500 dolar AS. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia mengambil berbagai pekerjaan sambilan: menggulung gimbap untuk dikirim ke warnet, bekerja shift pagi di toko roti, dan melakukan berbagai pekerjaan kasar di sela-sela latihan dan pertunjukan.
Kesulitan finansial terasa sangat berat, terutama saat kesehatan ibunya mulai menurun. "Ketika ibu saya sakit, saya benar-benar mempertimbangkan untuk berhenti dari akting. Saya merasa egois," katanya, suaranya memelan. Di masa inilah sutradara legendaris Bong Joon-ho, yang pernah melihat penampilannya di panggung, menawarkannya peran kecil dalam film 2003 Memories of Murder — pengalaman pertamanya berakting di layar, meski butuh bertahun-tahun lagi sebelum kesempatan besar datang.
The Glory dan Kebaikan Hati Song Hye-kyo yang Tak Banyak Diketahui
Hubungan Yeom Hye-ran dengan penulis naskah Kim Eun-sook dimulai dari Goblin pada 2016, tahun yang sama ketika ia debut di drama melalui Dear My Friends setelah penulis naskah Noh Hee-kyung melihatnya tampil bersama aktris senior Na Moon-hee. Namun The Glory-lah yang benar-benar mengubah segalanya.
Ia menceritakan saat pertama kali membaca naskah dengan antusiasme yang nyaris tak tertahankan: "Ketika saya membaca naskah The Glory, ceritanya begitu memikat. Saya ingin memerankannya dengan baik. Saya tidak mau melewatkan satu suku kata pun dari dialog." Dalam serial tersebut, ia memerankan sosok pendukung penting bagi karakter Moon Dong-eun yang haus balas dendam, diperankan Song Hye-kyo.
Momen paling mengharukan dari wawancara You Quiz datang ketika Yeom membagikan kisah yang belum pernah diceritakan tentang kemurahan hati Song Hye-kyo di lokasi syuting. Saat adegan terakhir mereka bersama, Yeom bergumam pada dirinya sendiri bahwa ia ingin melakukan satu take lagi — tanpa menyadari mikrofonnya masih menyala. Sutradara mendengar dan menawarkan kesempatan lagi. Masalahnya: Song Hye-kyo sudah berganti kostum untuk adegan selanjutnya.
"Dia sudah berganti baju, tapi tanpa ragu sedikitpun dia bilang, 'Ayo kita ambil sekali lagi,'" kenang Yeom, matanya berkaca-kaca. "Dia berganti kembali ke kostum sebelumnya hanya supaya saya bisa mendapatkan take itu. Saya sangat berterima kasih." Kisah itu menggambarkan profesionalisme dan rasa saling menghormati yang menjadi ciri terbaik produksi drama Korea.
Menariknya, Yeom juga mengungkapkan momen yang agak pahit dari hubungannya dengan Kim Eun-sook. Setelah Goblin, proyek berikutnya sang penulis adalah The King: Eternal Monarch, dan tampaknya setiap aktor dari Goblin mendapat casting — kecuali Yeom. "Saya berpikir, 'Sepertinya penulis tidak terlalu menganggap saya,'" akunya. Panggilan untuk The Glory yang akhirnya datang membuktikan bahwa kesabaran juga merupakan bentuk ketabahan.
Poongseok dan Makna Keibuan
Dalam drama hit Poongseok Sok Asseuda, Yeom memerankan Gwang-rye, ibu yang penuh pengabdian dari karakter Ae-soon yang diperankan IU. Peran ini begitu menyentuh hati penonton hingga banyak yang kini mengasosiasikan wajahnya dengan kehangatan seorang ibu. Namun Yeom ingin meluruskan hal itu di You Quiz.
"Banyak orang melihat saya lalu menangis, jadi saya ingin datang ke sini dan memberitahu semua orang — saya bukan orang seperti itu," katanya sambil tertawa merendah. "Saya bukan tipe ibu seperti Gwang-rye. Saya lebih mirip Geum-myeong-i" — merujuk pada karakter IU, anak yang tidak sempurna, bukan orang tua yang suci.
Ia kemudian bercerita tentang ibunya sendiri — seorang wanita yang mengelola toko beras untuk menghidupi anak-anaknya, yang kepribadian cerianya disebut Yeom sebagai sumber humornya sendiri. Dalam satu anekdot yang tak terlupakan, ibunya pernah memberikan nomor telepon Yeom kepada seorang anak tetangga sambil dengan bangga memamerkan bahwa putrinya adalah aktris. Ketika anak itu menelepon untuk bertanya "Benarkah?" dan Yeom mempertanyakan ibunya, respons sang ibu sangat santai: "Aku sudah bilang dengan sangat jelas."
Sepucuk Surat untuk Ibu
Klimaks emosional episode itu datang ketika Yeom berbicara langsung kepada ibunya yang sudah tua dan sakit. Sambil menahan air mata, ia berkata: "Ibu, kamu wanita yang cukup hebat. Kamu membesarkan kami dengan baik. Kamu melewati masa-masa sulit. Maaf aku selalu bicara kasar. Aku sayang ibu."
Ia merenungkan kesenjangan generasi dalam hal pengakuan: "Ibu saya telah mencapai begitu banyak hal, tapi beliau lahir di era ketika perempuan tidak diakui atas apa yang mereka miliki. Saya dipuji untuk hal-hal kecil. Dibandingkan dengan apa yang ibu saya tanggung, rasanya tidak adil."
Kini sebagai ibu dari seorang putri berusia 15 tahun, Yeom mengatakan bahwa menjadi orang tua akhirnya memberinya pemahaman tentang pengorbanan ibunya sendiri — sebuah kesadaran yang datang bukan melalui pencerahan besar, melainkan melalui gesekan sehari-hari dalam membesarkan seorang remaja.
Dengan dua film baru di depan mata — Mad Dance Office dan My Name Is — Yeom Hye-ran mengakui beratnya status sebagai salah satu aktris paling diminati di Korea saat ini. "Tekanannya luar biasa besar. Bahu saya terasa begitu berat sampai rasanya bisa tenggelam ke dalam tanah," katanya. Namun jika 27 tahun menggulung gimbap, gagal ujian, dan audisi tengah malam telah mengajarkannya sesuatu, itu adalah bahwa penampilan terbaik datang dari mereka yang memahami apa artinya menunggu.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar